Jejak Lihan Sejak Bisnis Investasi Mencuat Hingga Meninggal, Selama di Penjara Sering Ditagih

  • Bagikan
Penetapan masa tahanan Lihan pada 2020 Lalu. (Foto:koranbanjar)
Penetapan masa tahanan Lihan pada 2020 Lalu. (Foto:koranbanjar)

Sosok Lihan yang telah meninggal dunia dua hari lalu sepertinya menarik perhatian masyarakat Kalimantan Selatan. Pasalnya, apabila teringat nama Lihan, warga mengaitkan dengan beberapa kasus yang dilakukan pemilik intan “Putri Malu” tersebut, seperti kasus money game hingga kasus pajak.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Lihan merupakan seorang pengusaha asal Desa Cindai Alus, Kota Martapura, Kabupaten Banjar. Dulu, dia mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam menjalankan bisnis investasi atau money game.

Setiap orang yang berinventasi mendapat bunga 10 persen setiap bulan tanpa mengurangi nilai investasi yang ditanamkan. Maka dari itu, banyak orang yang tertarik hingga berinvestasi, tak heran kala itu Lihan mampu mengumpulkan dana masyarakat dengan jumlah yang fantastis. Namun bisnis itu meroket hanya sebentar, semuanya terbongkar ketika banyak nasabah yang tidak lagi menerima bunga dana yang diinvestasikan. Akhirnya, Lihan diadukan dan terbukti bersalah hingga meringkus di penjara.

Terkahir, dia kembali di tahan di Lapas Kelas II B Banjarbaru atas kasus penipuan Tax Amnesty sebesar Rp1.25 M, dengan kurungan penjara 2 tahun 10 bulan yang terhitung dari awal 2020 tadi.

BACA JUGA ; Pemakaman Lihan Tanpa Keluarga di Alkah Komplek Amaco, Kerabat Lihan; Mohon Dimaafkan

Selama di Lapas, Lihan mendapat perlakuan sebagaimana tahanan lain pada umumnya, tidak ada yang spesial.

“Setiap kegiatan dia ikuti, ibadah rajin. Tapi tidak ada yang menonjol,” terang Kalapas Kelas II B Banjarbaru Amico Balalembang.

Dengan perawakan kecil kurus, kesehariannya sama seperti warga binaan lainnya. Tapi, dirinya beberapa kali konsultasi ke klinik Lapas karena mengidap penyakit.

Jenazah Lihan saat akan disholatkan ke Masjid Agung Al Karomah Martapura. (foto: ari/koranbanjar.net)
Jenazah Lihan saat akan disholatkan ke Masjid Agung Al Karomah Martapura. (foto: ari/koranbanjar.net)

“Pakai kursi roda biasanya Lihan ke klinik kontrol kesehatan,” sebutnya.

Kurang lebih 1 tahun menjalani masa tahanan, Lihan tidak pernah dijenguk oleh keluarganya sama sekali. Malah, para penagih hutang yang datang untuk menagih janji.

BACA JUGA; Terkini, Lihan Terpidana Penipuan Meninggal Dunia Akibat Pembengkakan Jantung

“Tidak ada sepengetahuan saya. Hanya ada orang-orang yang nagih janjinya saja,” ungkapnya.

Diketahui, Lihan meninggal dunia Senin (19/4/2021) kemarin, akibat pembengkakan jantung dan asma.

Selasa (20/4/2021) kemarin Lihan disalatkan di Masjid Agung Trikora dan selanjutnya dimakamkan di Alkah Komplek Amaco tanpa adanya keluarga yang mendampingi.(maf/sir)

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *