Hari Jadi ke-57 Kabupaten Tabalong Dimeriahkan Dengan Festival Olahraga Masyarakat

Acara pembukaan festival olahraga masyarakat dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-57 Kabupaten Tabalong. (Foto: Arif/Koranbanjar.net)
Acara pembukaan festival olahraga masyarakat dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-57 Kabupaten Tabalong. (Foto: Arif/Koranbanjar.net)

Hari Jadi ke-57 Kabupaten Tabalong diisi dengan berbagai acara untuk memeriahkannya. Salah satunya digelar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Tabalong.

TABALONG, koranbanjar.net Bertajuk Festival Olahraga Masyarakat, acara dibuka secara resmi oleh Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani di Stadion Pembataan, Kamis (01/12/2022).

Pembukaan diawali dengan parade defile dari para peserta seperti klub kesehatan dan kebugaran ibu-ibu lansia, klub senam zumba dan aerobik lansia, klub fitness, komunitas trail motor, skateboard, BMX, klub sepeda antik dan peserta lainnya.

Ketua Kormi Tabalong, Ahmad Zubair dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti festival olahraga masyarakat sebanyak 500 orang.

“Dan ini berpotensi akan bertambah karena sampai hari ini kami masih membuka pendaftaran,” katanya.

Olahraga tradisional yang diperlombakan diantaranya bakaliyangan (layang-layang), belogo, bagasing, egrang, kasti, bahadangan atau asinan.

“Kemudian untuk olahraga kebugaran dan kesehatan ada lomba senam zumba aeorbik dan senam lanjut usia,” jelasnya.

Zubair mengungkapkan, kegiatan ini orientasinya tidak ditujukan memperebutkan sebuah medali, namun bertujuan untuk kesehatan, kebugaran dan kegembiraan dalam pelaksanaannya.

“Olahraga yang tumbuh dalam masyarakat ini bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja,” bebernya.

Sementara, dalam sambutannya Bupati Tabalong Anang Syakhfiani menyampaikan kegiatan ini ia nilai sangat penting mengingat olahraga masyarakat maupun tradisional sempat menghilang dari peredaran.

Karenanya cara menghidupkan kembali seperti halnya permainan tradisional belogo, egrang, behadangan atau asinan, kasti dan lainnya harusnya menjadi perhatian khusus saat ini.

“Padahal olahraga-olahraga tradisional dulunya hidup di pelosok perkampungan,” ujarnya.

Anang berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat membangkitkan kembali minat masyarakat untuk berolahraga khususnya olahraga tradisional.

“Mari kita bersama-sama menghidupkan kembali olahraga masyarakat,” ucapnya.

(anb/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *