Guru Bakhiet Turut Resmikan Masjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro di Handi Bakti

  • Bagikan
Guru Bakhiet dalam acara peresmian masjid di Batola.
Guru Bakhiet dalam acara peresmian masjid di Batola.

Kemenag Provinsi Kalsel telah meresmikan Masjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro di Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, Kalsel. Acara ini diisi dengan KH.Muhammad Bakhiet, AM atau yang lebih dikenal Guru Bakhiet asal Balangan.

BATOLA, koranbanjar.net – Hadir pula dalam peresmian Wakil Gubernur Kalsel H.Muhidin, Pembina atau Penasihat Masjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro, H.Rusliansyah, Ketua Umum Masjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro, H.M.Yamin HR,

Ketua Pengurus Mesjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro di Handil Bakti HM.Yamin H.R mengucapkan terimakasih kepada seluruh undanga, terutama kepada Guru Bakhiet, Wakil Gubernur Kalsel H. Muhidin, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H. Muhammad Tambrin, Wakil Bupati Kabupaten Batola dan lainnya.

“Mudah-mudahan masjid ini bisa kita jadikan tempat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta akan disertai Tk Alquran,” harap Yamin

Masjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro diresmikan dengan penandatanganan prasasti oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Barabai KH. Muhammad Bakhiet, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhiddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Dr.H. Muhammad Tambrin M.M.Pd dan Pembina atau Penasihat Masjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro H.Rusliansyah.

Dalam sambutan Kakanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin menjelaskan bahwa masjid sebenarnya bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, simbol persatuan, simbol sinergitas dan simbol moderasi.

“Masjid yang didalamnya berbaur semua lapisan masyarakat dalam kebersamaan, untuk satu tujuan yakni beribadah kepada Allah SWT, maka akan terbangunlah mental spritual bathiniah dan lahiriah umat ini menuju kepada nilai ketaqwaan kepada Allah SWT,” ungkapnya, Minggu  (24/10/2021).

“Sungguh, jauh akan lebih bermakna jika rasa kebersamaan, persatuan, empati dan kerjasama itu bukan hanya di masjid, tetapi kita bawa dalam keseharian dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh terbaik  (uswatun hasanah) bagi kehidupan kita,” imbuhnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Barabai Kalimantan Selatan KH.Muhammad Bakhiet di tausiahnya menerangkan, orang yang mulia di hadapan Allah adalah orang yang memakmurkan masjid.

“Memakmurkan masjid itu meliputi orang yang membangun masjid, orang yang memakmurkan masjid dengan beribadah di dalamnya dan memelihara masjid, serta orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid,” ungkap Guru Bakhiet.(mj-39/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *