Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Fasilitas Umum Kalsel, Drainase Kota Barabai Bermasalah, Diguyur Hujan Sebentar Jalan Terendam

  • Bagikan
TERGENANG – Pengendara roda dua melintas di atas genangan air di Kota Barabai, Kalsel. (foto: ramli/koranbanjar.net)
TERGENANG – Pengendara roda dua melintas di atas genangan air di Kota Barabai, Kalsel. (foto: ramli/koranbanjar.net)

Fasilitas umum berupa saluran pembuangan air, drainase di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan sepertinya bermasalah. Pasalnya, sebentar saja diguyur hujan, jalan utama di Kota Barabai langsung terendam air setinggi 25 centimeter.

BARABAI, koranbanjar.net – Fasilitas umum drainase di kawasan Jalan Sarigading, Kelurahan Barabai Utara, Kecamatan Barabai, Kabupaten HST, sudah sejak lama tidak berfungsi maksimal. Kendati pernah diperbaiki dinas terkait beberapa waktu lalu, namun air hujan tetap meluap ke jalan. Imbasnya, jalan di depan SDN 1 Barabai Utara setiap kali hujan turun dengan deras selalu terendam.

Hujan deras tekah mengguyur Kota Barabai pada Minggu, (26/9/2021) sekitar satu jam. Setelah itu, jalan di Kota Barabai langsung terendam air setinggi 25 cm. Pengendara motor maupun mobil terpaksa harus melintas di atas genangan air.

TERENDAM – Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam. (foto: ramli/koranbanjar.net)
TERENDAM – Sebuah mobil melintasi jalan yang terendam. (foto: ramli/koranbanjar.net)

Keadaan itu sering menimbulkan keluhkan masyarakat setempat, karena setiap kali hujan dengan intensitas lebat, sudah bisa dipastikan terendam air.

Saat koranbanjar.net di lokasi, Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 12.30 WITA, terlihat genangan air persis di depan SDN 1 Barabai Utara sepanjang kurang lebih 100 Meter.

Seorang pedagang di lokasi, Nisa mengungkapkan, setiap kali hujan turun, apalagi dengan intensitas deras, setengah jam paling sebentar sudah bisa dipastikan air akan menggenangi jalan di muka warungnya.

Nisa menambahkan, keadaan fasilitas umum drainase yang tersumbat menjadi kendala air lambat turun ke saluran air. “Drainasenya mungki tersumbat, dahulu waktu baru-baru diperbaiki, jalan ini jarang tergenang, tapi sekarang bisa dilihat kondisi jalan selalu tergenang air,” tambah Nisa.

Kurangnya perhatian pihak terkait, lanjut Nisa, menjadi faktor utama drainase jadi mampet, sehingga menimbulkan genangan air.

Saat bersamaan, pengendara mobil maupun motor yang memacu kendaraan dengan cepat membuat cipratan air sampai ke pinggir jalan dan mengenai warung-warung di sekitar lokasi fasilitas umum drainase yang bermasalah itu.(mj-41/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *