Drama “Guling-guling” di Lapangan, Frans Kecewa Kepemimpinan Wasit

  • Bagikan
Drama “Guling-guling” di Lapangan, Frans Kecewa Kepemimpinan Wasit
Pemain Persiba Balikpapan berguling-guling kesakitan di atas lapangan, saat melawan Martapura FC di Stadion Demang Lehman, Selasa 99/10). foto: Istimewa

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae, mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit dan prilaku yang kurang sportif dilakukan para pemain Persiba Balikpapan. Hal itu terjadi saat Martapura FC menjamu Persiba pada lanjutan Liga 2 matc day ke-21, di Stadion Demang Lehman, Martapura, Selasa (9/10) kemarin.

Pasalnya, pertandingan yang berakhir imbang satu sama itu para pemain Persiba terlihat sengaja mengulur-ulur waktu dengan seringnya jatuh dan “guling-guling” di lapangan. Memang, pertandingan berjalan cukup keras, nampak di babak kedua sejumlah pelanggaran benturan-benturan pemain sering terjadi.

Kemudian drama guling-guling di lapangan dipertontonkan punggawa Beruang Madu –julukan Persiba- dan sering ditandu keluar lapangan. Hal ini menimbulkan kesan drama bagi suporter Martapura FC yang seakan memperlambat tempo permainan.

Drama “Guling-guling” di Lapangan, Frans Kecewa Kepemimpinan Wasit, foto: Wirya
Pemain Persiba sering ditandu ke luar lapangan. foto: Wirya

“Jujur hari ini saya kecewa melihat keputusan wasit membiarkan lawan memperlambat waktu, Persiba mau tidur mau apa. Ini memang tak-tik mereka, itu terserah mereka lah mau apa, tapi kepemimpinan wasit harus tegas. Yang seharusnya hand ball dibiarkan, yang harusnya dikasih kartu tidak di kasih. Anak-anak saya seperti sengaja dipancing emosinya. Ini tak-tik mereka jalan, tapi ini kah sepakbola kita,” lontar Frans usai pertandingan.

Kita sendiri, lanjut Frans, mewanti anak-anak agar jangan kasar sama wasit, tapi wasit sendiri yang mengundang untuk anak-anak berbuat kurang ajar.

Drama “Guling-guling” di Lapangan, Frans Kecewa Kepemimpinan Wasit
Beberapa insiden sesama pemain terjadi pada babak pertama.

Sementara Pelatih Persiba Balikpapan, Haryadi, menampik banyaknya pemainnya terjatuh di lapangan merupakan strategi. Ia berdalih bahwa para pemainnya kelelahan usai menjalani laga tandang melawan Persegres 5 hari lalu.

“Mereka banyak tumbang pada babak kedua itu bukan merupakan suatu strategi, mereka hanya kelelahan, karena istirahannya yang kurang, sehingga itu sangat menguras tenaga,” ungkapnya.

Haryadi menyoalkan keputusan wasit yang menganulir gol Beni Oktaviano pada menit 41, yang mana kemudian wasit memberikan tendangan bebas bagi Persiba di luar kotak pinalti.

“Sebenarnya gol Beni itu murni, kenapa ada pelanggaran? Ini yang saya sesali dan tidak habis pikir,” katanya.

Gol dari kedua tim sendiri dicetak oleh Qischil Gandrum Minny pada menit 21, dan gol penyeimbang dari tim tamu dibubuhkan Sandi Septian di menit 25.

Dengan hasil ini membuat tim berjuluk Laskar Sultan Adam gagal merebut 4 besar Grup Timur untuk melaju ke putaran 8 besar. Sementara bagi Persiba Balikpapan, raihan satu poin ini cukup untuk terhindar dari jurang degradasi. (dra)

NEWS STORY
  • Bagikan