Banjar  

BPBD Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi PRB di Desa Pingaran Ulu

Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar oleh BPBD Kabupaten Banjar, di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Senin (26/2/2024). (Foto: BPBD Banjar/Koranbanjar.net)
Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar oleh BPBD Kabupaten Banjar, di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Senin (26/2/2024). (Foto: BPBD Banjar/Koranbanjar.net)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Senin (26/2/2024).

BANJAR, koranbanjar.netKegiatan sosialisasi ini diikuti sebanyak 50 peserta, terdiri aparatur pemerintahan desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, relawan, dan tokoh masyarakat di wilayah Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul.

Adapun narasumber kegiatan sosialisasi PRB, antara lain, Camat Astambul yang memberikan arahan mengenai karakteristik bencana, dan potensi Penanggulangan Bencana (PB) di wilayah Kecamatan Astambul, khususnya di Desa Pingaran Ulu.

Selanjutnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Warsita, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Thaufikurrahman memberikan arahan dan paparan mengenai manajemen penanggulangan bencana.

Kemudian, Tim Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar dengan materi Pengurangan Risiko Bencana, serta dari PMI Kabupaten Banjar dengan materi Pelatihan Pertolongan Pertama (PP).

Berdasarkan dokumen kajian Risiko Bencana Kabupaten Banjar 2019-2024, wilayah Kabupaten Banjar memiliki ancaman terhadap bencana banjir, banjir rob, cuaca ekstrim, tanah longsor, kekeringan, serta bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Tujuan dari kegiatan sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada aparatur desa dan masyarakat tentang kebencanaan.

Juga, meningkatkan budaya sadar bencana, kesiapsiagaan, dan partisipasi aparatur desa maupun masyarakat di daerah rawan bencana, dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan keterampilan aparatur desa maupun masyarakat, budaya sadar bencana, kesiapsiagaan, serta partisipasi aktif dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dapat semakin meningkat.

Sehingga, akan terbentuk masyarakat peduli bencana, dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dan Keluarga Tangguh Bencana (KATANA) di Desa Pingaran Ulu. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *