oleh

BIAYAI PONDOK, AT THAIYIBIAH KELOLA TAMBAK IKAN

SUNGAI PINANG – Meski jauh dari pusat kabupaten, namun soal pendidikan agama, Kecamatan Sungai Pinang tidak mau ketinggalan dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Banjar.

Satu tahun terakhir, Desa Pakutik Kecamatan Sungai Pinang telah memiliki pondok pesantren yang mengacu pada sistem pendidikan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama. Ponpes ini bernama Ponpes At-Thaiyibiah yang dipimpin KH. Ustad Jumantera Hamdi.

Menurut Abdul Halim, pondok ini sudh berjalan satu tahun. Awal dibuka, pendaftaran santri mencapai 30 orang. “Jika tidak kami batasi, santri mencapai 56 orang, tapi karena terkendala bangunan, maka kami tetapkan 30 orang saja,” ujar kepala MTs  Ustad Abdul Halim S PD .

Untuk membiayai kebutuhan pondok, lanjutnya, pihak pondok bekerjasama dengan sebuah perusahaan swasta, yakni mengelola tambak ikan, seperti ikan gurame dan nila.

Sistem pembelajaranya mengikuti sistem dari Kemenag, yaitu 37 Jam dalam seminggu memakai sistem halafi. Tapi karena liburnya hari Jum’at, jadi metode pembelajaran selama 49 jam dalam seminggu. Sedangkan di waktu kosong, pihak pondok menerapkan sistem salafi (belajar kitab kuning, Red).

Tenaga pengajar Ponpes At-Thaiyibiah memiliki latar belakang pendidikan tinggi seperti, S-1. Pondok tersebut memiliki 14 pengajar, yang terbagi dari guru umum dan guru agama.

“Sekarang kami akan membangun musala, agar anak-anak mudah sholat,” ucapnya.

Ke depan, pihak pondok akan membangun gedung untuk tingkat aliyah. Namun sementara ini, masih fokus pembangunan gedung tsanawiyah dulu,” pungkas Ustad Abdul Halim.(sen/ana)

Jangan Lewatkan