Bernuansa Arab, 10 Ribu Anak – Remaja Meriahkan 1 Muharram

  • Bagikan
Bernuansa Arab, 10 Ribu Anak - Remaja Meriahkan 1 Muharram
Pelepasan Pawai 1 Muharram oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Zainuddin, yang dimulai dengan drum band, Minggu (1/9/2019) pagi. (foto: MC-Banjar)

MARTAPURA, koranbanjar.net – Tahun Baru Islam 1441 Hijriah disambut meriah masyarakat Kabupaten Banjar dengan pawai keliling Kota Martapura, Minggu (1/9/2019) pagi, atau bertepatan 1 Muharram.

Tidak kurang dari 10.000 peserta dari 140 kafilah pawai TK/TPA se-Kabupaten Banjar.

Sebagian besar peserta mengenakan stelan layaknya orang Arab untuk menonjolkan nuansa Islami-nya. Selain itu peserta juga membawa berbagai atribut seperti replika binatang khas Arab yakni unta dan replika kakbah, ada juga yang membawa terbang untuk melantuntan syair.

Bernuansa Arab, 10 Ribu Anak - Remaja Meriahkan 1 Muharram
Peserta Pawai 1 Muharram di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (1/9/2019) pagi. (foto: MC-Banjar)

Pawai 1 Muharram ini digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar diikuti anak-anak dari TK/TPA dari Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) se-Kabupaten Banjar dan Al Banjari.

Pawai dilepas langsung oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Zainuddin mewakili Bupati Banjar KH Khalilurrahman, di RTH Alun-Alun Ratu Zalecha, yang dmulai dengan drum band.

Arak-arakan mengambil rute dari RTH Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Jalan Ahmad Yani Martapura, masuk Jalan Sultan Adam, jalan Suka Ramai, dan finis kembali ke RTH Alun-alun Ratu Zalecha Martapura.

Zainuddin mengatakan tahun baru Hijriah sangat penting diperkenalkan kepada anak-anak, agar mereka tahu tentang semangat kebersamaan umat Islam dan mengenal tahun baru umat Islam.

“Jangan sampai hanya tahun baru masehi saja yang diperingati dengan meriah. Seharusnya tahun baru hijriahlah yang diperingati umat Islam dengan semarak,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, tahun baru Islam ini menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk mengoreksi diri, melakukan perenungan atas apa yang telah dilakukan selama satu tahun yang lalu.

“Apakah sudah baik, atau masih banyak yang harus dibenahi, baik terkait akhlak, ibadah, pekerjaan,” katanya.

Sementara Kepala Disbudpar Kabupaten Banjar Haris Rifani yang diwakilkan Sekertaris Disbudpar Banjar Aidi Hikmatullah mengatakan, pawai tahun baru Hijriah ini merupakan event tahunan untuk menyemarakkan peringatan tahun baru Islam yang digelar oleh Disbudpar Banjar.

Dia juga menyebut jumlah peserta tahun ini sangat fantastis karena meningkat dari sebelumnya.

Terkait replika unta menurutnya hal itu adalah kreativitas masing-maisng peserta, tidak ditentukan oleh panitia. “Dan tentu menjadi daya tarik tersendiri dengan keberadaan kreatifitas tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan, ada poin bagi peserta yang dinilai bagus, di antaranaya kreativitas, busana, jumlah peserta, formasi, dan kesesuaian dengan moment. (dra)

NEWS STORY
  • Bagikan