Begini Kronologi Lengkap Laka Maut di Sungai Ulin

  • Bagikan
Posisi truk Fuso dan mobil Agya yang mengalami laka lantas. (Sumber Foto: Humas Polres Banjarbaru/koranbanjar.net)

Kejadian nahas yang terjadi di Jalan PM Noor Sungai Ulin Kota Banjarbaru di depan Komplek Permata Hijau pada Senin (25/10/2021) subuh tadi, menimpa pasangan pasutri. Maut menimpa sang suami, harus lebih dulu meninggalkan keluarganya.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Informasi yang didapat melalui saksi mata, Zaida (24) saat dirinya bersiap ingin belanja ke Pasar Subuh, mendengar suara benturan keras di Jalan PM Noor yang persis berada di depannya.

“Posisi baru bangun, mendengar suara keras dan teriakan korban minta tolong, langsung lari melihat ke depan. Ternyata ada sebuah truk menghantam mobil Agya beserta satu kendaraan,” terangnya.

Diceritakannya, dari pengakuan sang istri korban Wahidah kepada saksi, korban dari Banjarmasin bersama anaknya mengendari mobil Agya, dan berbarengan dengan suaminya yang menggunakan motor Scoppy.

Saat diperjalanan, tepatnya di Jalan PM Noor mereka beriringan dengan sebuah truk Fuso dari arah bundaran Simpang 4 menuju ke Sungai ulin. Saat itu, truk mengangkut besi yang lumayan banyak.

“Kata istrinya, saat itu sang suami ingin memberitahu untuk berhati-hati karena ada truk di depan mereka, karena waktu itu pas posisi tanjakan,” cetusnya.

Tiba-tiba truk itu mundur karena tidak kuat naik, dan menghantam mobil serta kendaraan itu.

Setelah itu, sang istri berteriak minta tolong karena kaget. Namun saat itu, belum mengetahui bahwa suaminya Didiet berada di kolong truk karena terlindas.

“Kurang lebih 20 menitan setelah tabrakan, istrinya belum tau yang di kolong truk itu suaminya. Saat melihat ke bawah kolong, istrinya langsung teriak memanggil suaminya. Mungkin syok awalnya, jadi tidak tau suaminya jadi korban,” ungkapnya.

Kondisi korban yang berada di kolong truk cukup parah. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat karena bagian tubuh dari pinggang ke bawah terlindas ban.

“Menyedihkan. Beberapa bagian tubuhnya hancur, yang pasti saya liat kakinya satu hancur,” ujarnya.

Diketahui, kejadian tersebut terjadi pada Senin (25/10/2021) sekitar pukul 05.30 Wita.

Truk Fuso yang dikemudikan Gholib melaju dari arah Bundaran Simpang menuju Sungai Ulin untuk pulang ke rumah.

Tepat di belakangnya, ada sebuah mobil Agya yang dikemudikan Wahidah beserta penumpang yakni anaknya, dan sang suaminya Didiet yang mengendarai sepeda motor Scoopy.

Kejadian terjadi di tanjakan di depan Komplek Permata Hijau Jalan PM Noor Sungai Ulin. Truk Fuso yang memuat besi, tak kuat menanjak dan berjalan mundur lalu menghantam mobil beserta sepeda motor.

“Pengendara sepeda motor tewas di lokasi karena terlindas truk, untuk pengemudi mobil beserta penumpang selamat,” ucap Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Tajudin Noor.

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani pihak Laka Lantas Polres Banjarbaru. (maf/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *