Kantor Imigrasi

Balangan Coal Bina Sembilan Desa Sebagai Kampung Iklim

  • Bagikan

Kepedulian perusahaan Balangan Coal terhadap perkembangan pembangunan terus ditunjukan, diantaranya membina sembilan desa di Kabupaten Balangan menjadi Kampung Iklim.

BALANGAN,koranbanjar.net – Pembinaan sembilan desa ini merupakan salah satu perwujudan Balangan Coal sinergi pemerintah daerah di bidang pembangunan.

Terlibat bersama – sama membenahi dan meningkatkan sektor – sektor pembangunan di kabupaten yang berjuluk Bumi Sanggam ini.

Bergerak bersama Balangan Coal yang merupakan bagian dari Adaro Group, Pemkab Balangan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Balangan mengembangkan Program Kampung Iklim di Balangan.

Ada sembilan desa terlibat dalam Program Kampung Iklim yang dibina oleh Balangan Coal bersinergi DLHP Kabupaten Balangan. Desa tersebut berada di wilayah ring 1 operasional Balangan Coal.

Sebagai upaya pembentukan Program Kampung Iklim ini, desa yang terlibat pun diikutkan dalam pelaksanaan sosialisasi Program Kampung Iklim yang gelar oleh Lembaga Inkubator Bisnis (LINK B) Kabupaten Balangan, Kamis (7/10/2021).

Beberapa narasumber dihadirkan pada kegiatan tersebut, yakni dari DLHP Balangan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara yang membuka kegiatan sosialisasi yakni Perwakilan Management Balangan Coal, Nico Seniar.

Pelaksanaan sosialisasi Program Kampung Iklim melibatkan kepala desa dan perwakilan dari desa yang dibina.

Pada kesempatan tersebut, Nico Seniar menyampaikan apresiasi adanya gagasan kerjasama Balangan Coal dengan pemerintah daerah.

“Kegiatan kali ini merupakan awal bersama dalam menjalankan progam Kampung Iklim di bidang lingkungan hidup,” imbuhnya.

Disebutkannya, desa yang terdaftar dalam Progam Kampung Iklim yakni berada pada Kecamatan Juai dan Awayan, meliputi, Desa Tawahan, Hukai, Gulinggang, Tigarun, Ambakiyang, Tundi, Sikontan, Tundakan dan Piyait

Sebutnya, pelaksanaan sosialisasi kali ini merupakan hasil kolaborasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan perusahaan dalam naungan Balangan Coal.

“Program ini menjadi program nasional yang menjadi perhatian atau konstitusional. Bahkan Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa seluruh potensi masyarakat harus digerakkan,” ucap Nico.

Indonesia melibatkan seluruh masyarakatnya untuk pengendalian perubahan iklim melalui program kampung iklim yang harapannya pada tahun 2024 nanti akan mencakup 20.000 desa yang menjadi kampung iklim.

Melalui Program Kampung Iklim ini atau Proklim, ke depan desa pun memiliki kapasitas adaptif atau memiliki daya tahan yang baik untuk beradaptasi dengan iklim dan mempunyai kemampuan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Mengingat pentingnya program tersebut jelas Nico, semangat itu pun membuktikan bahwa pemangku kepentingan dan perusahaan bermitra untuk menciptakan kampung yang mampu beradaptasi.

Sehingga hal tersebut merupakan bentuk dukungan dan tanggung jawab perusahaan terhadap membangun Proklim.

“Ada hal yang ditekankan Presiden. Bahwa Proklim ini bukan hanya dikuatkan, tapi ada peningkatan kesejahteraan. Sehingga bukan hanya menyuruh aktif, melainkan ada penilaian yang menjadi reward bagi desa,” urainya.

Ia berharap adanya dukungan semangat dan reward yang diberikan kepada desa akan membuat kegiatan Proklim menjadi nyata.

Ke depannya kerjasama Balangan Coal dengan Pemkab Balangan mampu memberikan peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat sembilan desa yang menjalankan kegiatan tersebut. (vit/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *