,

APES, Puluhan Tahun Warga Desa Podok Rasakan Jalan Sempit

oleh -256 views
JALAN KECIL- Puluhan tahun warga Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, hanya merasakan jalan sempit. (foto:koranbanjar.net)
JALAN KECIL- Puluhan tahun warga Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, hanya merasakan jalan sempit. (foto:koranbanjar.net)

Apes sekali yang dialami warga Desa Podok, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan ini. Puluhan tahun warga desa ini merasakan jalan sempit. Ironisnya, bila air pasang, jalan terendam, sehingga warga kesulitan menempuh jalur darat untuk menembus jalur ke ibukota kecamatan.

ALUH-ALUH, koranbanjar.net – Perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Podok, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan ini terbilang masih sangat minim.

Bagaimana tidak? Puluhan tahun warga setempat hanya menikmati jalan sempit. Desa Podok nyaris tidak bisa ditembus dari pusat Kecamatan Aluh-Aluh melewati jalur darat, karena kondisi jalan yang sangat tidak mendukung. Kalaupun ada masyarakat yang nekat menempuh jalur darat untuk dapat menembus ke Desa Podok, terpaksa harus menggunakan sepeda motor dengan melewati  jalan yang tidak layak.

Satu-satunnya jalur alternatif bagi masyarakat untuk bisa hilir-mudik, masuk dan keluar dari Desa Podok hanyalah menggunakan jalur transportasi air, seperti klotok atau perahu.

Hal tersebut dikemukakan salah seorang aparatur desa setempat, yang tidak ingin namanya disebutkan kepada koranbanjar.net, beberapa waktu lalu.

“Sejak saya tinggal di sini sampai sekarang, ya…begini jalannya, yang jelas sejak puluhan tahun. Jalan ini hanya pernah diperbaiki menggunakan anggaran dana desa, berupa pengerasan jalan. Selain itu tidak pernah,” ungkap aparat desa setempat.

Karena itu pula, ungkapnya, untuk dapat menembus Desa Podok tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat, melainkan hanya menggunakan roda dua. Itu pun sangat sulit ditempuh. “Kalau warga mau ke desa ini atau warga di sini mau keluar, ya kebanyakan menggunakan klotok,” jelasnya.

Bukan cuma itu, sambungnya, apabila air pasang, jalan di Desa Podok sudah dipastikan terendam. Keadaan tersebut tak hanya menyulitkan warga untuk berlalu-lintas keluar dan masuk desa, tetapi juga menyebabkan lahan pertanian terendam.

Keterangan aparat desa tersebut juga didengarkan Bakal Calon Bupati Banjar, Andin Sofyanoor yang kebetulan berkunjung ke Desa Podok. Andin Sofyanoor sempat kaget menyaksikan kondisi infrastruktur jalan di Desa Podok. Karena saat menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Banjar selama 15 tahun (tiga periode), dia hanya lebih banyak membahas anggaran, termasuk anggaran infrastruktur di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh. Namun belum pernah melihat secara langsung tentang kondisi infrastruktur di Kecamatan Aluh-Aluh.

“Ulun ini menjabat anggota DPRD Banjar selama tiga periode. Akan tetapi, kebetulan Dapil (Daerah Pemilihan) ulun di wilayah Martapura. Sehingga ulun lebih banyak melakukan kunjungan dan menyaksikan langsung kondisi infrastruktur di wilayah Martapura. Ini masukan yang sangat berharga bagi ulun, insya Allah mudah-mudahan ulun mendapat amanah dan hajat kita dikabulkan Allah, supaya kelak kondisi di sini menjadi perhatian prioritas (utama) bagi Pemerintah Daerah,” sahut Andin.(sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan