Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Aneh, Hijab Produk Italia Menjadi Kontroversi, Bisa Dipakai Perempuan dan Laki-laki

  • Bagikan
Hijab Unisex Keluaran Brand Italia (world.benetton.com)
Hijab Unisex Keluaran Brand Italia (world.benetton.com)

Sungguh aneh, sebuah brand fashion asal Italia menjadi kontroversi setelah merilis koleksi produk terbaru mereka. Brand United Colors of Benetton itu menjual hijab unisex yang bisa dipakai untuk perempuan maupun laki-laki.

KORANBANJAR.NET – Melansir Daily Mail, produk hijab unisex tersebut diklaim bisa dipakai laki-laki dan perempuan.

United Colors of Benetton merilis ragam hijab tersebut dalam warna hitam, merah, hijau, dan kuning. Harga per hijab adalah 29,25 poundsterling atau Rp565 ribu.

Koleksi hijab tersebut rupanya dirilis dalam rangka kolaborasi dengan rapper Italia bernama Ghali Amdouni untuk koleksi Ghali.

Hijab itu dideskripsikan terbuat dari bahan kain yang lentur. Kemudian, ada logo United Colors of Benetton dengan gabungan huruf G untuk Ghali.

“Aksesoris ini termasuk bagian dari koleksi kapsul United Colors of Ghali yang dibuat oleh Ghali,” tulis keterangan pada produk hijab tersebut.

Sejak dirilis, hijab unisex tersebut lantas menjadi kontroversi. Tidak sedikit warganet yang bingung harus berkomentar apa.

“Brand Italia Benetton ini bekerja sama dengan rapper Ghali Amdouni untuk meluncurkan koleksi yang berfokus pada multikulturalisme dan menyoroti… hijab unisex,” tulis salah satu komentar gagal paham.

“Aku menangis dan tertawa (dan putus asa).”

“Ini adalah hal yang sembrono,” tambah warganet lain.

Koleksi hijab ini sendiri dirilis oleh United Colors of Benetton dan Ghali pada September silam di Milan Fashion Week.

Menurut rapper Italia tersebut, dirinya sudah lama ingin membuat koleksi fashion yang melibatkan hijab. Alasannya, Ghali punya darah Arab dan Tunisia.

“Hijab adalah pakaian yang unik dan sangat kuinginkan. Tidak ada larangan dari perusahaan untuk mengikutsertakannya dalam koleksi ini,” ungkap Ghali.

Ghali juga menjelaskan bahwa dirinya dibully karena merupakan keturunan Arab dan Tunisia saat masih kecil. Sementara, ibunya juga melarang Ghali punya teman orang Arab.

“Aku lelah mendengar semua dari Arab atau Tunisia diasosiasikan dengan sesuatu yang negatif.”

“Ketika aku masih kecil, ibuku takut aku akan bermain dengan teman-teman Arab, dia memilih aku punya teman Italia.”

“Sekarang, aku pikir penting untuk mengatakan bahwa perbedaan adalah nilai tambah, ini adalah sesuatu yang membuatku unik.”

Ghali sendiri sudah tampil memakai hijab di video musik miliknya dan di Instagram.

Sementara, ini bukan pertama kalinya pria tampil dengan hijab. Pada 2016, gerakan bernama Men In Hijab muncul di Iran di mana pria memakai hijab untuk menunjukkan solidaritas ke istri dan kerabat wanita.(koranbanjar.net)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *