Amukan Angin Deras Habisi Atap Rumah Seorang Warga

oleh -112 views
ATAP SEMENTARA – Terpal bekas batuan dari warga yang digunakan Lukman untuk menutupi sementara atap dapur rumahnya, (Rabu/2/1) . (Foto: mj-32/koranbanjar.net)

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Hujan lebat disertai hembusan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Martapura dan sekitarnya, Selasa (1/1/2019), mengakibatkan seluruh atap dapur rumah Lukman (75), di Komplek Saadah 2, Kelurahan Sungai Paring, Kecamatan Martapura, habis tertiup angin, sekitar pukul 17.00 WITA.

Saat ditemui koranbanjar.net di rumahnya usai kejadian, Lukman menceritakan, amukan angin kencang yang meniup seluruh atap dapurnya itu terjadi saat dia sedang melaksanakan salat Ashar.

“Saat saya sedang salat Ashar, tiba-tiba ada suara bergemuruh disertai petir. Usai salat langsung saya cek. Setelah dicek, ternyata semua atap dapur rumah saya habis ditiup angin, kondisi dalam rumah pun menjadi basah akibat hujan,” ceritanya.

Lukman sedang duduk di dapurnya. (Foto: mj-031/koranbanjar.net)

Meski tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian yang dialami Lukman akibat kencangnya amukan angin yang menimpa atap dapur rumahnya itu diperkirakan hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Hingga Rabu (2/1/2019) pagi kemarin, untuk menutupi sementara bagian atas dapur rumahnya agar terlindung dari terlalu terik matahari ataupun hujan, Lukman hanya mengandalkan terpal bekas yang dia dapat dari bantuan tetangga dan Ketua RT setempat.

Atas kejadian ini, Lukman sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait klainnya.

Menanggapi musibah yang menimpa seorang warga Kelurahan Sungai Paring itu, saat ditemui koranbanjar.net di Kantor Kelurahan Sungai Paring, Rabu siang, Sekretaris Kelurahan Sungai Paring, Manang Sayuti mengatakan, pihak Kelurahan Sungai Paring sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar untuk menindaklanjuti bantuan atas musibah yang dialami Lukman.

“Ketika mendengar informasinya pagi tadi (Rabu pagi), kami langsung menuju tempat kejadian untuk mensurvei dan mengkoordinasikannya ke pihak BPBD. Menurut saya, Pak Lukman memang berhak mendapat bantuan. Selain itu, usia Pak Lukman  sudah tua dan sudah tidak bekerja lagi,” ujarnya. (mj-32/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan