Yayasan Palatar Siapkan “Basurah” Terkait Isu Pers dan Seni

oleh -571 views
Forum diskusi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan rutin Yayasan Palatar dalam upaya pengembangan seni budaya (foto: ist/koranbanjar.net)
Direktur Yayasan Palatar, Novyandi Saputra (foto: ist/koranbanjar.net)

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Yayasan Palatar yang berkedudukan di Kota Banjarbaru, siapkan  forum diskusi dengan nama  “Basurah”, mengangkat tema “Pers dan Seni; Upaya Pengembangan Seni Budaya”.

Direktur Yayasan Palatar, Novyandi Saputra di Banjarbaru, Sabtu (16/2) kepada KoranBanjar.net mengatakan, “Basurah” merupakan program forum diskusi yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali, dengan topik bahasan seputar isu-isu kebudayaan.

“Basurah kali ini kita selenggarakan di Ruang Wakapitu, Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kota Banjarbaru, Rabu (20/2), mulai pukul 20.00 Wita,” katanya.

Pada kegiatan kali ini, “Basurah” menghadirkan tiga nara sumber, masing-masing Sumasno Hadi, Sandi Firly dan Novyandi Saputra.

Menurutnya, “Basurah” kali ini merupakan forum diskusi pertama yang dilaksanakan Yayasan Palatar untuk periode 2019.

“Pers dalam dunia seni merupakan sistem yang berkaitan satu sama lain. Gaung seni akan lebih terdengar ketika pers turut menyorotinya,” ujarnya.

Disisi lain, keberadaan jurnalis sebagai penghasil berita seni, sering kali hanya pada hal-hal umum dan data-data faktual.

Ia menambahkan, untuk mengupas berita seni menjadi lebih mendalam, diperlukan pengetahuan tentang bidang seni itu sendiri.

“Berita seni yang dimaksud, misal semacam tinjauan seni atau kritik seni. Maka dari itu, keberadaan ahli seni seperti kurator seni, pengamat dan kritikus seni, diperlukan untuk mengisi kolom berita seni di media,” tambahnya.

Seni yang acap kali termarjinalkan, perlu mendapat ruang yang lebih luas di media massa sehingga dapat merangsang semua pihak untuk memperhatikan seni.

“Basurah” dikemas secara ringan dan santai, sehingga setiap orang dapat mengemukakan pemikirannya.

“Basurah” bukan sekedar ruang diskusi yang membahas isu-isu kebudayaan, namun juga bedah buku, bedah karya hingga orasi budaya.

Yayasan Palatar sendiri merupakan lembaga non profit yang memiliki visi untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya, dengan menjaga nilai-nilai luhur masyarakat.

Yayasan Palatar merupakan pengembangan dari NSA Project Movement dan  bergerak dalam upaya membaca serta mendukung wacana perkembangan seni tradisional – popular – kontemporer, melibatkan seniman lintas media dan bentuk. (nsa/ndi)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan