Baznas

Webinar Literasi Digital Tanah Laut; Waspada Pinjaman Online Ilegal

  • Bagikan
Literasi Digital Tanah Laut. (foto: ist)
Literasi Digital Tanah Laut. (foto: ist)

Kemajuan perkembangan di era digital membuat banyak dampak masyarakat, ada yang berdampak positif maupun negatif, maka dari itu masyarakat harus pandai memilah agar terhindar dari era digital yang banyak membawa dampak negatif.

TANAH LAUT, koranbanjar.net – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Menjadi Masyarakat Paham Literasi di Era Digital’ di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (27/7/2021) pukul 10.00 Wita. Acara dibuka Bupati Tanah Laut Drs. H Sukamta, ini menampilkan sejumlah pembicara yang kompeten.

Diskusi ini dipandu Shabrina Anwari dengan menghadirkan narasumber pertama Dr. Tongam Lumban Tobing, SH. LL.M. Ia menyampaikan materi yang bertema “Waspada Pinjaman Online Ilegal”.

BACA:  Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah: Cara Menanggapi Komentar di Sosmed

“Saat ini pinjaman online menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan beberapa masyarakat di kota-kota besar,” ujar Tongam

Tongam menyampaikan beberapa penyebab utama pelaku pinjaman online yaitu dengan mudahnya membuat sebuah situs maupun website dan lokasi server yang banyak ditempatkan di luar negeri.

Begitu juga dengan penyebab utama korban pinjaman online yaitu, tingkat literasi masyarakat yang masih rendah dan kesulitan masalah keuangan sehingga mereka tanpa pikir panjang melakukan pinjaman illegal.

BACA:  Sastrawan Budi Darma Berpulang

“Sebenarnya pinjol dapat membatu masyarakat kecil asalkan meminjam dengan pinjaman online yang legal,” ujar Tongam.

Literasi Digital Tanah Laut. (foto: ist)
Literasi Digital Tanah Laut. (foto: ist)

Ada beberapa tips untuk masyarakat saat melakukam pinjaman online dengan aman yaitu:

  1. Meminjam kepada pinjaman online yang telah terdaftar di OJK
  2. Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan
  3. Pinjam untuk kebutuhan yang produktif
  4. Memahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda, dan resikonya.

Kemudian ada materi menarik dari nara sumber ketiga yaitu Indira Salsabila yang menyampaikan tentang Budaya Digital.

Indira menyampaikan ada beberapa poin agar menjadi warga digital yang pancasilais, yaitu:

  1. Harus berpikir positif
  2. Meminimalisir Unfollow, unfriend, dan block agar menghindari echo cumber dan fikter bubble
  3. Gotong royong kolaborasi kampanye literasi digital
BACA:  Rizal Ramli; Bisa Jadi Ada yang Tarik Kesimpulan, Kalau Mau Covid-19 Selesai, Turunkan Jokowi

Lalu Indira menyampaikan ada beberapa tantangan budaya bermedia digital, salah satunya menipisnya kesopanan dan kesantunan budaya Indonesia dan berkurangnya toleransi perbedaan budaya.

“Warga Indonesia harus mengubah cara menyampaikan pendapatnya di dunia digital, karena menurut penlitian microsoft Indonesia merupakan netizen tidak sopan se asia pasifik,” ujar Indira.(koranabanjar.net)

(Visited 3 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 3 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *