Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital Kabupaten Kotabaru; Ruang Digital di Era Pandemi, Kenali Aturan Mainnya

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Kotabaru
Webinar Literasi Digital Kotabaru

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Ruang Digital di Era Pandemi, Kenali Aturan Mainnya” di Kabupaten Kotabaru, Kamis (11/11/2021) pukul 10.00 Wita.

KOTABARU, Koranbanjar.net – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Grandika Primadani dengan materi tentang “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”.

“Generasi milenial kerap dinilai sebagai generasi yang kreatif dan berani mengambil resiko. Mereka memiliki banyak ide-ide menarik dan memiliki karakter yang sangat produktif” tuturnya.

Cara berpikir produktif di literasi digital yang dapat kita lakukan, seperti;

1. Membangun citra ciri pada bidang tertentu yang bernilai (Personal Branding)

2. Memudahkan mencari informasi terkini secara cepat (Digital Mastering)

3. Mencari mentor dalam pekerjaan/pembelajaran (Business Networking)

4. Scalling-up produk UMKM secara online melalui e-commerce (Product Marketing)

Narasumber kedua, Muhammad Syaqif yang membahas materi tentang “Keterampilan Digital di Era Pandemi”.

Ia memaparkan, keterampilan digital adalah kemampuan untuk berpikir efektif dan kritis manavigasi, mengevaluasi, dan memberi informasi dengan menggunakan bsrbagai keterampilan digital.

Syaqif menjelaskan ada beberapa cara untuk memaksimalkan penggunaan media sosial untuk membangun bisnis, yaitu menentukan tujuan bisnis, menentukan target arah bisnis, membangun reputasi bisnis, dan mempertahankan konten visual.

Narasumber ketiga yaitu Jihan Novitasari yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”

“Jejak digital merupakan kumpulan jejak dari semua sata digital, baik dokumen maupun akun digital dari seseorang yang melakukan aktivitas di internet,” paparnya

Ada dua jenis jejak digital, jejak digital aktif seperti unggahan media sosial dan jejak digital pasif seperti riwayat pencarian di google.

Tips menjaga rekam jejak digital, yakni memeriksa jejak digital secara berkala, manfaatkan pengaturan privasi di perangkat mobile, menjadi versi terbaik diri sendiri, tidak menyebarkan data pribadi, serta menggunakan bahasa yang sopan.

Terakhir narasumber Shelly Noor Azzahra dengan materi tentang “Etika Digital”.

“Banyaknya pengguna internet, di satu sisi merupakan hal baik karena kita difasilitasi agar dapat menyesuaikan diri di tengah era digital yang semakin tak terbatas tanpa batas. Namun, di sisi lain hal ini justru menyebabkan beberapa masalah serius seperti kasus bullying,” paparnya.

“Jika kita menjadi korban bully, maka langkah pertama kita harus melakukan bantuan dari seseorang yang kita percayai, apabila merasa tidak nyaman bercerita kepada orang terdekat, kita bisa menghubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak di whatshapp 0812288880002 atau telepon 1500 771. Jika bullying terjadi di media sosial, kita dapat memblokir akun pelaku dan melaporkannya di media sosial itu sendiri,” pungkasnya. (lala)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *