Webinar Literasi Digital Kabupaten Balangan; Masuki Ruang Digital dengan Literasi yang Tepat

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Balangan
Webinar Literasi Digital Balangan

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Masuki Ruang Digital dengan Literasi yang Tepat” di Kabupaten Balangan, Rabu (10/11/2021) pukul 10.00 Wita.

BALANGAN, Koranbanjar.net – Acara dibuka oleh Bupati Balangan, H Abdul Hadi dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Dr Iskandar Tsani dengan materi tentang “Kecakapan Digital”.

“Di era saat ini masyarakat selalu menggunakan teknologi digital serba online. Salah satunya berbelanja online. Banyak marketplace yang selalu digunakan masyarakat contohnya seperti tokopedia, shopee, bukalapak, lazada, dan masih banyak lagi, dengan banyaknya marketplace tersebut kita bisa ikut memanfaatkannya sebagai bahan pendukung profesi,” tuturnya

“Ada beberapa cara menggunakan aplikasi sebagai bahan pendukung profesi, misalnya berjualan online sebagai sarana transaksi pembelian produk, membuka kursus dengan cara online atau lebih dikenal sebagai Learning Management System, serta bisa membuat channel youtube sebagai usaha bisnis,” pungkasnya

Narasumber kedua, Norlatipah yang membahas materi tentang “Budaya Digital”.

“Sebanyak 92,82 persen masyarakat menggunakan media sosial baik kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa,” ujarnya

“Dengan beragam pengguna media sosial, dapat dengan mudah hal-hal negatif bermunculan seperti berita bohong, cyber bullying, cyber crime, dan mis informasi,” jelasnya

“Tips mempelajari budaya suatu daerah dapat dilakukan dengan cara mempelajari bahasa, kosa kata, gerakan tubuh, kontak mata, serta pesan dari pakaian,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Novi Andriaty yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Etika Digital”

“Hoax saat ini sangat merajalela, tentunya kita harus bisa memperhatikan ciri-ciri hoaxs, yakni mengandung ujaran kebencian, berita yang disampaikan tidak netral, judul pengantarnya provokatif, menampilkan foto yang tidak sesuai, dan informasi berasal dari sumber yang tidak jelas,” jelasnya

“Yang perlu kita perhatikan dalam menghadapi berita hoax, seperti mencari asal usul sumber sebuah berita serta analisis situs web yang terlihat mencurigakan,” jelasnya

Terakhir narasumber Puryanto dengan materi tentang “Keamanan Digital”.

“Kita lihat saat ini banyak kasus terbongkarnya data probadi seseorang, kita perlu memahami cara melindungi data pribadi kita di aplikasi maupun sosial media. Terutama batasi akses yang kemungkinan dapat mengurangi resiko pembobolan data diri, setelah itu membuat kata sandi yang kuat, serta jaga pin dan OTP,” pungkasnya. (lala)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *