Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Selatan: Bermain Di Ruang Digital Itu Menyenangkan

  • Bagikan

Era digital masih menjadi dunia yang baru untuk anak-anak yang sekarang berada dan bermain di ruang digital. Banyak hal menarik yang ada di dalamnya, namun sebagai orang tua juga pasti khawatir dan rasa cemas saat memperkenalkan gadget kepada anaknya. Pasti orang tua akan berpikir apakah nanti anakku akan kecanduan gadget?

HULUSUNGAISELATAN, koranbanjar.net – Era digital bukan malah ditakuti, karena sebenarnya ada banyak media belajar yang bisa mendukung perkembangan anak. Bermain sambil belajar diera digital bisa saja.

Namun sebagai orangtua tentunya pasti ingin mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Pembahasan kali ini di moderator oleh Rio Brama bersama dengan empat narasumber yang akan membahas berbagai materi.

Tampil sebagai narasumber pertama dr Fiska Suratmono yang akan membahas Peran Orang Tua Dalam Keamanan Internet Untuk Anak.

“Pertama apasih arti dari internet itu? Internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan komputer di seluruh dunia,” katanya.

Jumlah pengguna internet di dunia berjumlah 132,7 juta jiwa, 129,2 juta memakai media sosial, 128,4 juta menggunakan internet sebagai hiburan, 127,9 juta menggunakan internetnya sebagai berita, 124,4 juta digunakan sebagai pendidikan, 123,5 juta komersial, dan 121,5 juta menggunakan sebagai layanan publik.

BACA:  Bupati HSS Kukuhkan Paskibraka dengan Penerapan Protokol Kesehatan

Revolusi digital perubahan dari teknologi mekanik dan elektroni kanalog ke teknologi digital. Contoh perangkat digital ada televise, jam digital, perangkat permainan genggam, smartphone, laptop, dan komputer.

Perlu diwaspadai dari media digital adalah ketidakpahaman yang melahirkan persoalan dalam penggunaan media digital secara positif dan propesional.

Ada beberapa dampak positif internet pada anak yaitu akses informasi lebih cepat dan mudah, tumbuhnya inovasi digital yang memudahkan pembelajaran daring.

Meningkatnya SDM melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan munculnya berbagai sumber belajar seperti perpustakaan online, media pembelajaran online, diskusi online yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kemudian untuk dampak negatifnya kecanduan, konten negative, cyberbully, pelanggaran privasi, dan pedofil online. Menjaga, mengawasi, dan menemani aanak di dunia maya sama pentingnya dengan perhatian kita di dunia nyata,” tuturnya.

BACA:  Wakil Rakyat Hulu Sungai Selatan Rapat Kerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah

Narasumber kedua yaitu Arin Swandari yang membahas Cara Aman Berinvestasi Online. “apasih arti investasi itu? Investasi adalah menanamkan modal untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.

Rumus aman berinvestasi yaitu terdaftar di otoritas P2P lending atau pijol (pinjaman online) harus terdaftar di otortas jasa keuangan (OJK), saham memilih sekuritas yang legal dengan analis kompoten.

“Memiliki izin dari OJK dan BEI, reksadana perusahaan manajer investasi sebagai pengelola reksadana harus dapat ijin dari OJK, terdaftar di OJK, nabung emas cari yang bereputasi,” ucapnya.

Pembahasan ketiga yang di narasamberi oleh dr. Akbar Ghaus membahas Internet Addiction How Much Is Too Much “tips agar terhindar dari kecanduan internet batasi penggunaan sosmed, meditasi atau beribadah, cari hobi, berolahraga, jangan malu mencari bantuan professional bila ada tanda adiksi.

Lalu bagaimana jika tetap tidak bisa lepas dari internet oleh professional? Pertama penggunaan obat anti depresi dan anti cemas, psikoterapi. Kemudian tips agar terhindar dari menurunnya kebahagiaan karena internet pertama adalah jangan gunakan medsos sebagai tempat narsis atau pamer.

BACA:  Pemkab Hulu Sungai Selatan Bahas Progres Penanganan Covid

“Batasi konsumsi hiburan di internet, selalu berfikir dari perspektif orang lain sebelum berkomentar,” jelasnya.

Kemudian narasumber keempat narasumber terakhir Laila Agustina membahas Bijak Dalam Berkomentar “netizen Indonesia di cap oleh Microsoft sebagai netizen tidak sopan hingga pernah menyerang di kolom komentar Microsoft karena tidak terima dibilang seperti itu.

Kita sebagai pengguna medsos harus beretika dalam bermedia sosial dengan menjaga privasi, akurasi, dan proverti. Dengan menjaga privasi jangan mengumbar kehidupan pribadi secara berlebihan karena akan berdampak pencurian data pribadi, peretasan, penipuan, terror, dan perundungan.

Kemudian akurasi pastikan konten yang di share benar dan bermanfaat karena jika tidak akan berdampak merugikan orang,proverti menghargai karya orang lain di dunia digital.

Bijak dalam berkomentar membaca postingan atau video secara menyeluruh, pertimbangkan baik-baik sebelum berkomentar, menggunakan bahasa yang sopan, tidak meninggalkan spam.

“Cara menanggapi komentar negative di medsos bersikap sopan, meminta pihak yang bersangkutan menghubungi secara pribadi,” tutupnya. (mj-36/dya)

(Visited 6 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *