BNN

Webinar Jurnalistik; Potret Jurnalisme Warga di Era Digital

  • Bagikan
Webinar Jurnalistik

Era digital memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan jurnalisme warga. Banyak akun media sosial mengambil peran sebagai sumber informasi kepada warga lainnya. Hal ini sepadan dengan semangat jurnalisme warga itu sendiri, dari warga untuk warga.

BANJARBARU, koranbanjar.net -Badan Persatuan Mahasiswa (BPM) Univesitas Islam Kalimantan di Banjarbaru mengadakan webinar bertema “Potret Jurnalisme Warga di Era Digital”, Kamis (30/9/2021) pukul 10.00 Wita. Acara ini diikuti 60 orang peserta dari berbagai universitas di Kalimantan Selatan hingga Yogyakarta.

Ketua Pelaksana Waini Rahmah menyebutkan, tujuan diselenggarakan acara ini untuk menggali pengetahuan tentang aktifitas jurnalistik oleh warga di era digital.

“Lewat acara ini kita ingin mengetahui seberapa jauh peran jurnalisme warga di era digital dalam penyebaran informasi dan perkembangannya saat ini,” ungkapnya kepada koranbanjar.net.

Acara diskusi ini dipandu oleh moderator Normilawati yang menghadirkan seorang narasumber Harie Insani Putra, penggiat jurnalisme warga, sekaligus penulis dan Jurnalis di koranbanjar.net serta koranbanjarmasin.com.

Harie Insani Putra

Harie memaparkan, awalnya jurnalisme warga muncul salah satunya sebagai bentuk krisis kepercayaan masyarakat terhadap media-media mainstream (media besar). Dimana media mainstream tidak lagi menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial untuk menyuarakan kebenaran.

“Dengan adanya ponsel pintar saat ini, aktifitas jurnalisme warga sangat mudah dilakukan. Maka dari itu tak heran saat ini banyak akun di media sosial yang sengaja dibuat untuk mengambil peran sebagai sumber informasi kepada warga lainnya,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, hal yang dapat membedakan antara seorang jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga terkadang soal validasi dan verifikasi data.

“Aktifitas jurnalisme warga yang bertebaran di media sosial terkadang abai soal verifikasi dan validasi data di lapangan. Selain itu, perlu juga memahami etika dan berhati-hati dalam penyebaran informasi,,” tegasnya

Harie menambahkan bahwa dalam jurnalisme profesional, warga merupakan subyek dan informasi jurnalisme warga bisa dijadikan informasi awal untuk ditindaklanjuti menjadi berita yang lengkap dan faktual.

“Informasi jurnalisme warga bisa dijadikan sebagai informasi awal untuk ditindaklanjuti lagi secara profesional,” ungkapnya.

Lebih lanjut Harie juga memaparkan bahwa dalam perkembangan saat ini, aktifitas jurnalisme warga tidak hanya dilakukan secara individu, tapi juga berkomunitas bahkan ada yang berpayung hukum dan melakukan aktifitas jurnalistik layaknya wartawan profesional.

“Sekarang jurnalisme warga berkembang pesat. Ada yang dilakukan secara individu, komunitas bahkan sudah ada yang berbadan hukum dalam bentuk perkumpulan,” pungkasnya (dyl)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − three =