oleh

Waspada Bencana Musim Hujan, Ini Daerah Berpotensi Rawan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Musim kemarau akan berganti dengan musim hujan, ancaman bencana baru akan datang. Maka ansipasi terus dilakukan dari berbagai pihak guna membantu masyarakat, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel).

Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin mengatakan, kurang lebih satu minggu terakhir siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah berganti ke siaga bencana di musim penghujan. Pihaknya sudah bersiap untuk siaga bencana selanjutnya, seperti banjir, angin Puting Beliung, tanah longsor dan gelombang pasang.

Sesuai surat edaran nomor: 364/675/PK-BPBD/2019 Gubernur Kalsel kepada Bupati dan Walikota pada tanggal 5 November 2019, BPBD Kalsel resmi menetapkan status siaga bencana banjir, puting beliung, tanah longsor, dan gelombang Pasang di Provinsi Kalsel.

Menurutnya, titik rawan terjadi bencana di Musim Hujan yakni Hulu Sungai Utara(HSU), Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Balangan.

“Untuk penanganan, seperti daerah aliran sungai dan rawa yang rutin dilanda banjir karena menggenangi kawasan pertanian, perkebunan, perikanan dan pemukiman penduduk agar ditangani secara tuntas. Sehingga banjir tidak terulang kembali,”ucap ujud, sapaan akrabnya saat ditemui di Kantornya, Selasa (5/11/2019).

Disinggung mengenai apakah sudah ada daerah yang terkena bencana. Ia mengungkapkan, minggu ke 2 bulan oktober sudah terjadi puting beliung di Barito Kuala ada sekitar 23 rumah rusak berat.

Ujud membeberkan, daerah yang paling parah dan tiap tahun terkena bencana banjir yakni Desa Danau Terate Banjang, Kecamatan Amuntai Utara, dan Kecamatan Haur Gading.

“Berdasarkan informasi dari BMKG menyatakan akan terjadi hujan di iringi oleh petir, angin dan kilat. Masyarakat harus memperhatikan keadaan agar tidak keluar rumah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,”pesannya.

Diimbaunya, masyarakat lebih memperhatikan lingkungan sekitar agar membersihkan sampah disaluran pembuangan yang berdampak akan menghalangi mengalirnya air dan bisa menimbulkan potensi banjir. (ykw/maf)

Komentar

Jangan Lewatkan