oleh

Warga Vs Polisi Bentrok di Murung Raya, Ini Penyebabnya

KALTENG, KORAN BANJAR.NET – Ratusan warga sempat bentrok dengan anggota kepolisian di areal pertambangan batubara PT Indo Muro Kencana (IMK), di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Menyusul larangan kepada warga yang ingin masuk ke lokasi waste dump untuk mengambil batu buangan PT IMK.

Sabtu (2/6) malam, ratusan massa memaksa masuk ke lokasi pertambangan, namun dihalangi petugas. Massa meluapkan amarah dengan membakar ban.

Hal.itu membuat suasana di perusahaan tambang tersebut makin mencekam, diperkirakan ada ratusan warga mencoba merangsek memaksa masuk.

Suara tembakan peringatan dari senjata kepolisian terdengar saat ratusan warga ingin merangsek masuk ke areal tambang. Serangan dan lemparan berbagai benda berbahaya dilontarkan warga kepada anggota kepolisian.

Seorang warga kepada media ini menyampaikan, saat itu warga melakukan negosiasi tetapi tidak mencapai titik temu, akhirnya massa langsung merengsek masuk.

“Aparat melakukan tindakan tegas dengan mengelurkan tembakan gas air mata dan siraman air water canon ke arah massa,” ujar sumber.

Massa sempat membubarkan diri. Namun sesaat setelah bubar, ternyata mereka kembali mendatangi pintu gerbang IMK, dan berharap agar mereka tetap diizikan masuk ke lokasi pertambang PT IMK.

Sebelumnya, Jumat (1/6) siang di aula Kantor Kecamatan Tanah Siang Selatan, kedua belah pihak warga dan pihak perusahaan, telah menyepakati beberapa kesepakatan, terkait diperbolehnya warga masuk ke lokasi waste dump untuk mengambil batu buangan PT IMK.(mj-tim/sir)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: