BNN

Warga China Diloloskan Masuk Indonesia, WNI Ziarah Saja Tak Bisa

  • Bagikan
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon

Warga Negara Asing dari China terus berdatangan dan diloloskan masuk Indonesia saat lebaran, sementara masyarakat Indonesia sendiri harus menaati aturan tidak boleh melakukan libur lebaran, bahkan untuk ziarah makam saja tidak bisa.

KORANBANJAR – Kritik pedas itu disampaikan Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon yang ditujukan kepada pemerintah. Dia mengkritik adanya rombongan WNA asal China ke Indonesia.

Fadli Zon menyebutkan, pada hari raya lebaran tetap aja ada WNA yang masuk ke Indonesia. Ia mempertanyakan kedatangan mereka?

“Ini rombongan WNA China berdatangan terus tanpa henti bahkan di hari Lebaran. Mau kerja atau migrasi menetap di negeri ini?,” tulis Fadli Zon melalui twitter @fadlizon.

BACA:  Tak Hafal Nama Parpol Dianggap Radikal, MUI: Kacau Logikanya, Penyesat!

Ia juga mengungkapkan, rakyat Indonesia mau mengunjungi orang tua dan ziarah ke makam pun tak bisa dilakukan. Sementara WNA dibiarkan masuk ke Indonesia.

Diketahui, kedatangan Warga Negara Asing (WNA) asal China ke Indonesia belum lama ini menimbulkan amarah dan kecemburan sosial di tengah pelarangan warga lokal untuk mudik lebaran tahun ini.

Meski masih masa pandemi, berdasarkan informasi dari Suarajakarta.id —jejaring Suara.com– total terdapat 157 orang WNA yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (08/05/2021). Para WNA tersebut datang dari Guangzhou-China menggunakan pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun SuaraSurakarta.id, pesawat Xiamen Airlines dengan nomor penerbangan MF855 dari Fuzhou, Cina, mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/5/2021) sekitar pukul 12.20 WIB.

BACA:  Banyak Ilmu Bermanfaat Diserap Peserta Bimtek Petani Milenial di Kapuas

Dari total 114 penumpang, sebanyak 110 WNA asal Cina. Mereka menjalani karantina di wisma ataupun di hotel yang telah ditunjuk Satgas Gugus TNI, dengan rincian: Hotel Arcadia 53 orang, hotel Shangrila 1 orang, Grand Sahid Jaya 18 orang, Mercure Jakarta Batavia 9 orang, Holiday Inn Gajah Mada 30 orang.

Dalam penerbangan itu juga terdapat 1 WNA asal Korea yang melakukan karantina di Hotel Grand Sahid, 2 WNI yang karantina di Hotel Mercure Batavia dan 1 WNI karantina di Wisma Atlet.(suara.com)

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *