oleh

WALHI Kalsel Singgung Sungai Amandit Dan Satui; Dampak Eksploitasi Berlebihan

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, eksploitasi sumber daya alam (SDA) secara berlebihan membawa dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.

Itu ia ungkapkan saat jadi pembicara di acara Korupsi di Sektor Sumber Daya Alam dengan tema Evaluasi Gerakan Nasional Penelamatan SDA, di Aula Rektorat Universitas Lambung Mangkurat, Kamis (17/10/2019).

“Saya ambil contoh yang terjadi pada Sungai Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Sungai Satui di Kabupaten Tanah Bumbu, kini tercemar. Itu dampak eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan,” ujar Kisworo saat berbicara di depan ratusan Mahasiswa ULM.

Ia meenjelaskan, hampir 50 persen lahan di Kalimantan Selatan sudah dipenuhi lubang tambang, tetapi kondisi lingkungan dan rakyat jauh dari kata sejahtera.

Masih di tempat sama, Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Kalsel, A Gunawan Harjito berjanji bakal memperbaiki dan membenahi pengelolaan Sumber Daya Alam.

“Intinya dengan acara ini bagaimanapun juga ESDM sangat respect, kita berusaha untuk lebih baik lagi dengan adanya kerjasama kami bersama KPK ini,” ungkapnya.

Gunawan Harjito melanjutkan, salah satu upaya yang telah dilakukan oleh ESDM, menutup lebih dari 600 perusahaan yang tidak taat aturan.

Diungkapkannya, penilitian harus dilakukan dari awal untuk mengetahui mana yang tidak tertib.

“Sekarang bukan zamannya lagi kita ‘ya sudah biarkan itu’ tidak bisa! Semua ini kembali lagi kepada pribadi masing-masing untuk mengendalikan diri,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengajak perusahaan-perusahan untuk tertib administrasi dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan tambang. (Mj-28/dra).

Komentar

Berita Terkini