BALANGAN, koranbanjar.net – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut, MP beserta staf KPH Balangan melakukan peninjauan ke HKM Marajai pada Desa Marajai yang memiliki luas ± 920 Ha, Jum’at (23/03) lalu.
HKM Marajai mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan seperti Goa Ramiu, koleksi buah langka, air terjun, riam, tegakan ulin dan meranti. Disini banyak ditemukan banyak jenis buah langka yang mulai hilang dan jarang ditemukan lagi di Kalimantan Selatan.
Menurut Kepala Desa Marajai, Adi Setiawan, keberadaan kebun buah langka ini merupakan peninggalan tanaman orang tua tua dulu yang sampai saat ini tetap diwarisi dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar pada Desa Marajai.
“Iya, ini tanaman peninggalan orang tua kami dulu. Hingga saat ini kami warisi dan dilestarikan,” ujarnya.
Pada areal HKM Marajai juga terdapat kebun buah langka yang mengelompok dengan luasan hampir 2 Ha. Jenis-jenis tanamannya antara lain buah mahrawin, buluan, siwau, fujian, kapul, cempedak, kumbayau, manja, maritam, liyung, kulidang, gitaan, tampirik, jelamu, hambawang pulisan, ramania, karusung, jantikan, binturung, mentawa, tampang susu, silulung, limpasu, kasip, baluku, lahung, karatungan, patiti, salak hutan dan patikala.
Melihat potensi tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan akan melakukan pengembangan pelestarian buah langka di HKM Marajai dan untuk kedepannya akan merencanakan.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut, MP, pengembangan yang akan dilakukan berupa beberapa hal ini.
“Kita akan lakukan pengembangan dalam inventarisasi dan registrasi penandaan pohon buah langka, pembuatan persemaian, pengembangan luas tegakan buah langka, promosi dan penyebarluasan potensi Marajai. Dan juga ditahun 2018 ini melalui pembiayaan dari Kementerian LHK akan melaksanakan kegiatan RHL seluas 200 Ha dengan jenis tanaman seperti karet, jengkol, kemiri dan durian,” ujarnya.(humasdishutkalsel/ana/iah)