oleh

Video UAS 3 Tahun Yang Lalu Dituding Menista Agama

KORANBANJAR.NET – Ustaz Abdul Somad (UAS) dipermasalahkan soal video ceramahnya yang diduga berisi penistaan terhadap agama tertentu, setelah viral video ceramah UAS yang berdurasi 2 menit 7 detik itu belakangan ini.

Dalam tanyang video itu ada pihak yang menganggap UAS telah menistakan salib dan patung yang merupakan simbol agama Katolik dan Kristen Protestan.

Pada Sabtu (17/8/2019) kemarin dikabarkan, Organisasi Massa (Ormas) yang menamakan Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Polda NTT untuk melaporkan dugaan penistaan agama oleh UAS tersebut.

Namun, setelah dikonfirmasi pihak Polda NTT mengatakan belum ada laporan yang masuk dari Brigade Meo, seperti dinukil dari tirto.id. Namun diakui pihak Polda NTT ada Ormas Brigade Meo datang ke Polda untuk konsultasi soal video tersebut.

“Memang benar kemarin sore ada beberapa orang yang mengaku dari Brigade Meo datang ke Polda NTT, namun sebatas berkonsultasi dengan penyidik Reskrimsus. Oleh penyidik disarankan untuk kembali pada hari Senin (19/8),” kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (18/8/2019).

Tak lama, beredar tayangan klarifikasi Ustad Abdul Somad di akun youTube FSRMM TV. Berdasarkan keterangan akun tersebut, klarifikasi itu saat UAS berceramah di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Riau, Sabtu (17/8/2019).

Begini klarifikasi UAS dalam video tersebut:

“Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur, karena dianggap penistaan agama, sudah baca beritanya? Pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan, ini perlu dipahami dengan baik.”

“Yang kedua, itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepakbola, bukan di tv, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa Alaihissalam, untuk orang Islam dalam Quran dan sunah Nabi Sallallahualaihiwasalam.”

“Yang ketiga, pengajian itu lebih tiga tahun yang lalu, sudah lama di kajian Subuh Sabtu di Masjid Annur Pekanbaru, karena saya rutin pengajian di sana, satu jam pengajian diteruskan dengan tanya jawab, tanya jawab, tanya jawab. Kenapa diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah Subhanahuwataala.”

“Sebagai warga yang baik saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah, dan saya tidak pula ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tutup UAS. (dra)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: