UNIK! Ada Pohon Kelapa Kerdil di Banjarbaru

Bonsai Kelapa hasil tanaman Eddy Yulistiyo Budi. (foto: ykw/koranbanjar.net)

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Tak hanya ramai ditanam di daerah Jawa, Bali dan Sumatera, ternyata bonsai kelapa juga ditanam di Banjarbaru. Menariknya, pohon kelapa kerdil di Banjarbaru ini ditanam dari tangan seorang polisi anggota Polres Banjarbaru, Eddy Yulistiyo Budi, yang saat ini bertugas menjadi anggota Bhabinkamtibmas Polsek Aluh-Aluh di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.

Eddy menceritakan, ide awal membuat bonsai kelapa yang tengah digelutinya sudah selama setengah tahun ini dia dapat dari media sosial di internet.

Berbekal pengetahuan dari internet itulah Edy kemudian mencoba dan mempelajarinya secara otodidak.

“Saya lihat di medsos kok bisa kelapa yang tinggi dibikin kerdil. Dari situlah saya mencobanya,” kata polisi berpangkat brigadir itu kepada koranbanjar.net, Senin (15/4/2019).

Untuk perawatannya, Edy menuturkan tidak terlalu susah, namun hanya memerlukan ketelitian dan ketelatenan agar kelembabannya tetap terjaga.

Kemudian agar batok kelapa tidak pecah akibat terlalu lama dan biasa terkena sinar matahari, setelah dikupas, Edy melapisinya dengan cairan plitur.

“Kalau pecah akarnya jadi tidak kuat dan penyerapan nutrisinya tidak optimal. Hasilnya bisa banyak matinya dari pada hidupnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika batok kelapa sudah dilapisi dengan cairan plitur, maka hal yang wajib dilakukan adalah penyiraman air setiap hari.

“Penyiramannya sehari sekali saat malam, yang penting lembab,” jelasnya.

Edy mengatakan, saat ini di Kalsel, terutamanya di Banjarbaru masih jarang ada penghobi bonsai yang sering dikenal masyarakat dengan sebutan palam berbuah kelapa itu.

Padahal, menurut Edy, menggeluti tanaman bonsai kelapa bisa menjadi pilihan alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Bonsai kelapa mempunyai nilai ekonomonis (harga jual) yang tinggi. Bahkan akhir-akhir ini bonsai kelapa di luar Kalimantan nilainya lumayan tinggi. Kalau di Banjarbaru peminatnya semakin banyak, bisa semakin tinggi juga nilai ekonomisnya,” pungkasnya. (ykw/dny)

donny

Read Previous

3.400 Personel Polda Kalsel Siap Amankan Pemilu

Read Next

Nasib Meratus di Tahun Politik: Belum Ada Komitmen Caleg Selamatkan Meratus

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *