oleh

Tingkatkan Kepercayaan Publik, Polres Banjarbaru Luncurkan 3 Program

BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kota Banjarbaru, dalam rangka meningkatkan kepercayaan publik terhadap polri sesuai dengan moto Kapolri yang berkaitan dengan promoter.

Penandatangan tersebut dilakukan di kantor Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru dan sekaligus dengan penganugerahan Banjarbaru Go Green dan Clean tahun 2017 pada Kamis (14/12) siang tadi.

Polres Banjabaru melaksanakan 3 program yaitu program Binlat, Police go to school, dan Polmas 1 RT/RW 1 polisi.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya mengatakan, senang karena misi dari polisi sudah berjalan, agar bisa membuat Banjarbaru ber-etika dan berkarakter.

“Program ini bertujuan dengan visi misi Walikota Banjarbaru menjadikan masyarakat berkarakter,” ucapnya.

Dalam hal ini, sesuai motonya Polres Banjarbaru Tebar Pesona (Tekan Bersama Masalah Sosial dan Narkotika) yang mana kala dilaksanakan kegiatan dengan  Pemerintah Kota Banjarbaru  yaitu kegiatan Polmas 1 RT/RW 1 Polisi.

“Ini ditujukan untuk mencegah dari secara dini permasalahan konfilik sosial yang ada di Kota Banjarbaru,” katanya.

Contohnya, permasalahan apa saja nanti akan dipertanyakan anggota Polri terhadap Ketua RT/RW, tentang permasalahan yang dapat diselesaikan.

“Nanti setiap anggota mengirim sms setiap hari untuk mepertanyakan masalah sosial, budaya, ekonomi, hankam, dan kamtibmas kepada Ketua RT/RW di Banjarbaru,” ujarnya.

Ditambahkan, bisa saja misalkan ada jembatan, jalan, atau tentang kesehatan, nanti lemparkan kepada dinas terkait yang menangani.

Kemudian untuk program Binlat (Pembinaan dan Pelatihan), warga Banjarbaru yang ingin menjadi anggota kepolisian, silahkan mendaftar kepada pihak Polri dan diberikan pelatihan secara fisik, mental, kemudian intelektual dan psikologi agar siap menjadi anggota polri.

“Untuk Binlat bisa dari lulusan SMA, SMK atau STM, dan ini juga diutamakan untuk yang berprestasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk program Police Go To School antar pemerintah Kota Banjarbaru dengan Polri, hal ini ditindaklanjuti dengan dinas, sehingga bisa masuk kurikulum pendidikan.

“Jadi saya menunjuk 42 guru untuk mengajar di SMP dan SMA, ini karena di Banjarbaru tingginya penggunaan narkotika di kalangan SMP, SMA dan Perguruan Tinggi,” ujarnya.(maf)

Dari Rubrik Pilihan: