BNN

Tim PDAM Intan-Koran Banjar Terobos Hutan, Datangi Ponpes yang Didik Santri Duafa Gratis

- Tak Berkategori
  • Bagikan

Program Indahnya Berbagi di bulan Suci Ramadan yang dilaksanakan Tim Koran Banjar kali ini agak berbeda dari biasanya. Kalau sebelumnya, membagikan makanan berbuka puasa serta menyerahkan donasi ke kaum duafa atau yatim piatu di perkotaan, Kamis, (6/5/2021) kemarin, Tim Koran Banjar bersama donatur dari PDAM Intan Banjar harus menerobos hutan, mendatangi Ponpes Alma’hadun Syafwana Al Mustafa di Desa Alimamar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

BANJAR, koranbanjar.net – Ponpes Alma’hadun Syafwana Al Mustafa merupakan pondok pesantren yang terletak jauh terpencil di tengah hutan, di wilayah Desa Alimamar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Pondok ini lebih banyak menampung para santri yang berasal dari keluarga tidak mampu atau duafa, serta anak yatim.

Perbedaan pondok pesantren ini dari pondok yang lain yakni, tidak memungut biaya dari para santri duafa maupun yatim. Mereka dapat mengecap pendidikan agama di pondok tersebut secara gratis, kemudian mendapatkan fasilitas tempat, makan serta kitab pelajaran. Meski terdapat santri yang terbilang sederhana, namun jumlahnya sangat sedikit. Itu pun hanya dikenai biaya sekolah sebesar Rp150 ribu sebulan.

BACA:  Panen Perdana Padi di Kelurahan Sungai Ulin Banjarbaru
Kasubag Humas dan Hukum PDAM Intan Banjar, Hikmatullah menyerahkan donasi kepada pimpinan ponpes. (foto: koranbanjar.net)
Kasubag Humas dan Hukum PDAM Intan Banjar, Hikmatullah menyerahkan donasi kepada pimpinan ponpes. (foto: koranbanjar.net)

“Santri di sini paling banyak dari duafa dan yatim. Bagi santri yang mampu bayar, kita minta hanya sebesar Rp150 ribu per bulan. Tapi jumlah santri yang bayar sedikit sekali. Jumlah santri semuanya sekitar 100 orang, sekarang yang tidak pulang atau bertahan selama bulan puasa ini sekitar 50 orang,” ujar Pimpinan Ponpes, Ustad Syamsul Qamar kepada koranbanjar.net.

Adapun pendidikan yang diberikan di pondok ini, menurut Ustad Syamsul Qomar, antara lain, para santri wajib bangun pukul 04.00 WITA untuk bersiap-siap sholat subuh berjamaah. Usai sholat subuh, santri mengikuti pelajaran di musala pondok, sesuai tingkatan, mulai Ibtidaiyah, Tsanawiyah hingga Aliyah.

BACA:  Pembebasan Lahan Dekat Jembatan Sungai Lulut Tahap Pulbaket

Setelah mengikuti pelajaran di musala, santri boleh ke kamar masing-masing sebentar, dilanjutkan dengan belajar di kelas hingga menjelang sholat Jhuhur. Berikutnya mereka sholat Jhuhur berjamaah, disusul sesudahnya kembali masuk belajar ke kelas hingga menjelang Ashar. Usai sholat Ashar, para santri bisa beristirahat.

Tim Indahnya Berbagi Koran Banjar saat pulang dari ponpes. (foto: koranbanjar.net)
Tim Indahnya Berbagi Koran Banjar saat pulang dari ponpes. (foto: koranbanjar.net)

Lalu, para santri kembali sholat magrib berjamaah hingga sholat isya. “Kembali ke kamar masing-masing, santri kembali belajar dengan masing-masing ketua kamar. Karena setiap kamar ada ketuanya, begitu seterusnya,” ujar Ustad Syamsul Qomar.

Sementara dalam kesempatan yang sama sebelum pamit, Tim Indahnya Berbagi Koran Banjar dan Perwakilan PDAM Intan Banjar menyerahkan konsumsi berbuka puasa serta donasi kepada Ustad Syamsul Qomar. Donasi diserahkan perwakilan PDAM Intan Banjar, Kasubag Humas dan Hukum, Hikmatullah.(sir)  

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *