oleh

Tiga Daerah Rawan Karhutla, Bandara Syamsuddin Noor Waspada

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Sahrudin, menyebutkan berdasarkan data BPBD Kalsel, total keseluruhan lahan di Kalsel yang terbakar terhitung dari 1 Januari 2019 sampai saat ini, Kamis (15/8/2019), ada seluas 1.027 hektar.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Sahrudin. (foto: yuli kusuma/koranbanjar.net)

Dari jumlah tersebut, tiga daerah yang paling sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (karutla) adalah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Rinciannya, di Kabupaten Tala tercatat ada 115 kali kejadian karhutla, Kota Banjarbaru 79 kali, dan Kabupaten HSS 40 kali.

Khusus untuk Kota Banjarbaru, dikatakan Sahrudin, banyak ditemukan hotspot atau titik api kecil yang sering menimbulkan kebakaran. “Yang perlu diwaspadai dan diamankan yaitu kawasan Bandara Syamsuddin Noor,” ujarnya.

Dia mengungkapkan kejadian karhutla masih banyak disebabkan karena ulah manusia.

“Berdasarkan perda, apabila tertangkap tangan membakar hutan maka pelakunya dapat dihukum enam bulan penjara dan didenda Rp 50 juta. Namun di undang-undang negara lebih berat lagi, hukumannya bisa sampai belasan tahun dan denda bahkan miliaran rupiah,” pungkasnya. (ykw/dny)

Komentar

Berita Terkini