Baznas

Ternyata Ini Penyebab Langkanya Gas LPG Kg

  • Bagikan

MARABAHAN – Tak hanya susah dicari di daerah Banjarbaru dan Banjarmasin, Gas LPG 3 Kg yang kerap disebut tabung melon itu juga sukar didapatkan di daerah Marabahan.

Sesuai pantauan Wartawan Koran Banjar, sudah selama lebih dari satu minggu ini si tabung melon menjadi langka di Marabahan.

Sontak, hal ini membuat banyak warga mengeluhkan kelangkaan si tabung melon.

Menurut beberapa warga yang ditemui Wartawan Koran Banjar, kalaupun Gas 3 Kg bisa didapatkan di kios-kios, harganya sudah naik dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 17.500.

Bahkan ada beberapa warga yang sudah mengantri lama untuk membeli tabung melon di salah satu pangkalan Gas LPG 3 Kg, namun dikatakan oleh pemilik pangkalan, si tabung melon sudah habis. “Sudah mengantri lama, eh malah dibilang habis,” ujar salah satu warga dengan nada sedikit kesal.

Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Marabahan yang terjadi hingga sampai saat berita ini ditulis, membuat pihak dari Kelurahan Ulu Benteng Marabahan bersama seorang anggota TNI dan Kepolisian dari Polsek Marabahan melakukan pengawasan langsung penjualan Gas LPG 3 Kg di pangkalan-pangkalan yang ada di Kelurahan Ulu Benteng.

Sesuai pantauan, pengawasan yang dilakukan langsung oleh Lurah Ulu Benteng bersama dengan anggota TNI dan Polri berlangsung di salah satu panggkalan Gas LPG 3 Kg yang ada di Jalan Jenderal Sudirman Marabahan, Kamis siang (22/2).

Pengawasan dilakukan bersamaan dengan diturunkannya si tabung melon dari mobil truck agen ke pangkalan tabung melon.

Tak berapa lama, warga yang bermaskud ingin membeli tabung melon pun berdatangan.

Berdasarkan hasil pantauan pada pangkalan itu, harga masih sesuai HET. Warga yang membeli Gas LPG 3 Kg pun tidak boleh membeli lebih dari satu tabung gas.

Menurut petugas dari kepolisian Polsek Marabahan, Brigadir Ikhsan Rahmadani, yang bertugas mengawasi langsung transaksi tabung melon di pangkalan tersebut, penjualan tabung Gas LPG 3 Kg hari ini masih aman terkendali.

Brigadir Ikhsan mengatakan, dari awal Gas LPG 3 Kg diturunkan, hingga di jual kepada para warga, memang terlihat ada beberapa orang yang nampaknya ingin membeli gas dalam jumlah banyak dengan maksud ingin dijual kembali. Namun karena diawasi langsung oleh petugas, beberapa orang yang kami curigai tersebut menjauh dari pangkalan.

“Pengawasan hari ini di pangkalan ini masih aman. Walaupun ada beberapa orang yang kami curigai ingin melansir Gas LPG 3 Kg. Namun akhirnya mereka menjauh karena tahu transaksi Gas LPG 3 Kg di sini sedang kami awasi,” katanya.

Dilanjutkan Brigadir Ikhsan, walaupun situasi aman terkendali, namun ia sempat menemukan seorang warga yang membeli Gas LPG 3 Kg dalam jumlah banyak. Tetapi setelah ia tanyakan langsung, warga yang ternyata seorang ibu rumah tangga itu mengaku Gas LPG 3 yang dibelinya dalam jumlah banyak itu merupakan titipan dari beberapa anggota keluarganya. “Setelah saya tanyakan ternyata benar, gas yang di belinya itu adalah titipan dari keluarganya. Dan itu dibuktikan dari kartu pengguna Gas LPG 3 Kg yang bisa ia perlihatkan,” pungkasnya.

Diinformasikan oleh Brigadir Ikhsan, kelangkaan Gas LPG 3 Kg yang terjadi lebih dari seminggu terakhir ini disebabkan oleh kapal yang membawa Gas LPG 3 Kg dari pulau jawa tidak bisa merapat di Pelabuhan Trisakti dikarenakan faktor gelombang besar. “Tapi infonya hari ini kapal pembawa Gas LPG 3 Kg sudah bisa merapat di pelabuhan,” ungkapnya.

Walaupun demikian, sesuai pengawasan yang dilakukan pihaknya dalam beberapa hari ini, menurut Brigasdir Ikhsan, memang masih ada beberapa oknum-oknumm nakal yang membeli Gas LPG 3 Kg di pangkalan dengan tujuan untuk dijual kembali. “Memang ada oknum-oknum seperti itu kami temukan di beberapa pangkalan. Dan itu nantinya pasti akan kami tindaklanjuti,” tegasnya. (dny)

  • Bagikan