Baznas

Telah Empat Kali Menerima Penghargaan Adipura, ini Hasil Penilaian Adipura Tahap I Kota Banjarbaru  

  • Bagikan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Hasil penilaian P1 disampaikan dalam rapat pembinaan teknis yang dilaksanakan di Aula Gawi Sabarataan, Jum’at Pagi (23/2). Penilaian dan ekspose hasil penilaian Adipura tahap I ini, mendapat nilai yang cukup baik meskipun ada beberapa komponen yang perlu diperbaiki.

Dihadapan Walikota Banjarbaru, Wakil Walikota Banjarbaru, Sekdako Banjarbaru dan para pimpinan SKPD dilingkup pemerintahan Kota Banjarbaru, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kabid Pengelolaan Sampah, Dini Setiawati, memaparkan hasil penilaian dan ekspose Adipura tahap I.

Menurut Dini, penilaian Adipura tahap I dilakukan pada bulan Desember lalu.

“Banjarbaru sudah ketiga kali mendapat penghargaan Adipura, mudah-mudahan tahun ini bisa ke arah paripurna. Penilaian Adipura di wilayah Kalsel setiap tahun mengalami peningkatan ya. Terakhir kemarin dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel ada 9 yang memperoleh Adipura,” jelasnya.

Dini menambahkan, di Kalimantan Selatan Rata-rata ada 14 komponen penilaian. Bobot tertinggi ada di TPA, pengelolaan sampah, pasar, pemukiman dan sekolah. Setiap tahun adipura peningkatan kriteria penilaian, untuk tahun 2018 ini ada peningkatan kriteria penilaian. Mulai dari pemukiman, apabila ada pemanfaat biogas penilaian akan semakin bagus

Begitu pula di jalan, apabila ada pemanfaatan sel surya maka penilaiannya akan lebih bagus daripada yang tidak ada. Di rumah sakit, jika memiliki incinerator harus memiliki izin, yaitu izin incinerator. Apabila ada TPS liar maka itu juga akan mempengaruhi penilaian.

“Alhamdulillah untuk Kota Banjarbaru, penilaian tahap 1 sudah bagus semua. Mudahn-mudahan di tahap 2 nanti bisa bertahan dan bisa menjadi lebih bagus lagi,” ujar Dini.

Hasilnya penilaian tahap I periode 2017/2018 ini Kota Banjarbaru mendapat nilai 77,82. Termasuk yang paling tinggi diantara kabupaten/kota lain. Dengan target penilaian 75,00 berarti Kota Banjarbaru telah melampaui target meskipun ada beberapa komponen yang harus diperbaiki.

Seperti di Perumahan Berlina Jaya, TPSnya masih menggunakan metode pelayanan langsung yang mendapat nilai 70,00 lalu peran serta masyarakat yang mendapat nilai 60,00. Ini juga terjadi di beberapa perumahan lain yang masuk dalam penilaian.

Sedangkan Pasar Bauntung, nilainya sudah cukup bagus hanya tempat sampahnya saja yang mendapat nilai 70,00. Menurut Dini, hanya tempat sampah PKL yang perlu diperhatikan yaitu masih ada yang belum memiliki tempat sampah.

Puskesmas Banjarbaru Selatan juga terkendala di TPS yaitu masih pelayanan langsung dan proses pemilahan sampah yang mendapat nilai 70,00. Sedangkan Rumah Sakit Idaman incineratornya yang belum memiliki izin.

“Jika incineratornya sudah memiliki izin, maka nilainya akan meningkat,” jelas Dini.

Hutan dan taman kota nilainya juga sudah cukup bagus, hanya di Taman Gembira yang pemilahan sampahnya yang sangat kurang nilainya yakni 45,00.

Sedangkan bank sampah yang ada di Banjarbaru hanya terkendala masalah pengelolaan sampah kertas yang masih mendapat nilai 70,00 karena komponen penilaian sampah kertas baru tahun ini di galakkan.

“Sampah kertas itu dikelola menjadi suatu produk, dicacah dan bisa menghasilkan sebuah hasil. Serta di TPST Gotong Royong yang masih ada pembuangan sampah secara liar. Secara keseluruhan Banjarbaru sudah bagus, semoga bisa mendapat Adipura Paripurna atau Kencana,” pungkasnya.(ana)

  • Bagikan