Kantor Imigrasi

Taliban: Upaya Apapun Untuk Evakuasi Setelah 31 Agustus “Ilegal”

  • Bagikan
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara selama konferensi pers di Kabul, Afghanistan 17 Agustus 2021. (Foto: Reuters)

Terlepas dari tekanan domestik dan internasional untuk memperpanjang tenggat penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan, Presiden Joe Biden tetap bersikukuh untuk menyelesaikan hal itu pada 31 Agustus.

KABUL, Koranbanjar.net – Gedung Putih, Selasa (24/8/2021), mengatakan pemerintahan Biden mengakhiri operasi evakuasi untuk mengeluarkan seluruh warga Amerika, warga Afghanistan yang merasa terancam dan warga negara ketiga lebih awal dari tenggat yang ada guna memungkinkan penarikan pasukan pasukan dan piranti militer lainnya.

“Kami saat ini berada dalam laju untuk menyelesaikan operasi selambat-lambatnya pada 31 Agustus,” ujar Biden, Selasa (24/8/2021) siang. “Semakin cepat kita menyelesaikannya, semakin baik. Setiap hari operasi ini membawa risiko tambahan bagi pasukan kita.”

Presiden AS Joe Biden berbicara tentang Badai Henri dan evakuasi Afghanistan. (Foto: Reuters)

Biden mengatakan Amerika telah membantu mengevakuasi 70.700 orang sejak 14 Agustus. Namun ia mengakui untuk menyelesaikan operasi evakuasi itu tepat waktu, tergantung pada kerja sama Taliban dalam memungkinkan akses pengungsi ke bandara. Ditambahkannya, ia telah meminta Pentagon dan Departemen Luar Negeri untuk mempersiapkan rencana darurat untuk menyesuaikan jadwal itu, jika diperlukan.

Marinir AS memberikan bantuan di pos pemeriksaan kontrol evakuasi selama evakuasi di Kabul, Afghanistan. (Foto: via AP)

Berbicara dalam konferensi pers di Kabul, Selasa (24/8), juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan Amerika mampu menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan dan harus mematuhi tenggat 31 Agustus. Ia menegaskan tindakan evakuasi warga Afghanistan apapun yang dilakukan Amerika setelah tenggat itu merupakan “tindakan ilegal.”

Dalam pidatonya Biden tidak menyebut akan mengakhiri penerbangan evakuasi lebih awal, tetapi juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan bahwa “akan perlu waktu untuk meredakan situasi.”

Psaki menolak memberikan “rincian operasional,” tetapi mengatakan pasukan Amerika di Kabul menghadapi peningkatan ancaman dari ISIS-K. Ia merujuk pada jaringan Khorasan – cabang kelompok militan ISIS yang aktif di Asia Selatan dan Asia Tengah. (em/ah/VOA Indonesia)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *