Sudah Berstatus Internasional, Bandara Syamsuddin Noor Akan Diresmikan Pada Desember

oleh -82 views
Sudah Berstatus Internasional, Bandara Syamsuddin Noor Akan Diresmikan Pada Desember
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Didampingi Kepala Proyek Pengembangan, GM Bandara, KSP dan Semua Kepala Daerag se Kalswl Saat Melakukan Peninjauan Di Lokasi Proyek Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, Kamis (10/10/2019). (Foto:ykw/koranbanjar.net)

BANJARBARU, koranbanjar.net – Proyek pembangunan Bandara Syamsuddin Noor sebentar lagi rampung. November akan dilakukan soft launching, kemudian Desember diresmikan.

General Manager PT Angkasa Pura I Persero Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty mengungkapkan jika bandara tersebut sudah berstatus internasional.

“Iya, status Internasional sudah kita terima September tadi,” ujarnya kepada wartawan saat peninjauan bersama Gubernur Kalsel dan beberapa kepala daerah lainnya di lokasi proyek pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, Kamis (10/10/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melengkapi fasilitas yang diperlukan penerbangan ke luar negeri.

“Untuk menjalankan bandara Internasional butuh kelengkapan fasilitas yang diperlukan. Itu yang sedang kami kejar, mudahan bisa rampung saat terminal sudah beroperasi,” katanya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia, Febry Calvin Tetelepta menambahkan, ketika suatu Bandara sudah berstatus internasional maka bandara tersebut sudah bisa melayani penerbangan ke luar negeri.

“Minimal umroh dan haji, tidak perlu lagi transit ke Jakarta atau Surabaya. Karena sudah tidak lagi transit ke Bandara lain untuk penerbangan Internasional maka arus barang dan penumpang di Bandara Syamsudin Noor akan bergerak cepat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Kalsel juga cepat,” ucapnya.

Disampaikannya, terminal baru bandara sendiri rencananya dibuka pada pekan kedua bulan November. Kemudian, di awal Desember kemungkinan diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Saat ini, progressnya sudah 86 persen. Oleh sebab itu, sisa 14 persen kita harus fokus dan serius. Sebab, ini menyangkut finishing dan keamanan,” ungkapnya.

Febry mengungkapkan, adanya rencana ke depan untuk penerbangan tujuan Singapura dan Kuala Lumpur.

“Tetapi, baru tahap pembicaraan dengan maskapai terkait. Semoga dengan berstatus Internasional jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor bisa meningkat. Sebab, tahun ini mengalami penurunan dibandingkan 2018 lalu,” bebernya.

Tahun ini, lanjutnya, penumpang rata-rata hanya 8 hingga 9 ribu perhari jika dibandingkan tahun lalu bisa mencapai 11 hingga 12 ribu.

Terpantau koranbanjar.net, kunjungan dilakukan ke semua tempat di lokasi pengembangan bandara tersebut. Mulai dari lantai bawah hingga atas. (ykw/maf)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan