Pimpinan Proyek Bandara Bantah Isu Tidak Sesuai Kontrak

oleh -123 views
Pimpinan Proyek Bandara Bantah Isu Tidak Sesuai Kontrak
Pimpinan Project (Pimpro) Proyek Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, Dadang Dian Hendiana Kepada Wartawan Saat Ditemui Di Lokasi Pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, Kamis (10/10/2019). (Foto:ykw/koranbanjar.net)

BANJARBARU, koranbanjar.net – Sebelumnya, proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor sempat diisukan molor dari kontrak pengerjaan yang ditargetkan bulan Oktober sudah rampung, nyatanya pada bulan November baru akan disoft launchingkan. Hal tersebut dibantah, karena dikatakan sudah sesuai dan secara legal aspek tidak ada masalah.

Pimpinan project (Pimpro) proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Dadang Dian Hendiana mengatakan hal tersebut.

“Sebenarnya sudah sesuai, karena kalau tidak ada penambahan pekerjaan tidak ada masalah dan tepat waktu. Tetapi dengan seiringnya berjalan waktu dan adanya perubahan yang ada di lapangan dan permintaan dari Direktorat Bandar udara yang itu merupakan satu regulasi mandatori yang harus dikerjakan dan sementara tidak ada dalam lingkup pekerjaan itu harus ditambahkan, makanya waktunya untuk itu. Kalau secara kontraktual awal saya pikir sudah tepat waktunya. Ini saja sekarang sudah kita liat 86 persen dari kontrak awal, artinya sudah tepat,” ungkapnya kepada wartawan saat bersama Gubernur Kalsel melakukan peninjauan di lokasi proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Kamis (11/10/2019).

Dadang positif dipertengahan bulan November nanti, Bandara yang diinginkan masyarakat Kalimantan Selatan itu sudah soft opening. Dan direncanakan Presiden RI Joko Widodo akan datang.

“Secara hukum memang tidak ada masalah, proyek kita ini juga sudah di kawal tim TP4D Kejaksaan Tinggi, tim 4P Kejaksaan Agung, BPKP Pusat, dan BPLP Perrwakilan. Kita sudah dikawal oleh itu, sehingga secara aspek legal tidak ada masalah dan kami selalu berkoordinasi,”katanya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia, Febri Calvin Telepta membeberkan mengenai akses jalan masuk Bandara Syamsuddin Noor baru ini sementara akan melalui Jalan Golf, Landasan Ulin.

“Kami sudah pastikan mengenai anggaran, APBD perubahan dari Pemda sudah jalan sekitar Rp.20 miliar untuk pengerasan jalan dan Rp.5 miliar untuk PJU dari Kementerian Pusat agar dipasang dengan baik. Sementara, sampai dengan awal tahun depan untuk akses jalan kita akan pakai dengan Jalan Golf dulu, selanjutnya jalan existing kemungkinan bulan April sudah selesai. Karena kontrak lelang bulan November, tapi pengerjaannya tahun depan Januari. Sementara, Jalan Golf dan Jalan Karet dipakai serta jalan existing yang akan dijadikan jalan utama juga dipakai. VVIP juga akan lewat Jalan Golf,” tandasnya. (ykw/maf)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan