oleh

Siapkan Kelembagaan Petani Guna Sukseskan Program Food Estate

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali melaksanakan pelatihan Pengelolaan Organisasi Kelompok Angkatan VI, yang bertujuan menguatkan kelembagaan petani dalam upaya dukung program Food Estate.

KAPUAS,koranbanjar.net – Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kapuas Murung, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.

Pelatihan ini dilaksanakan sehubungan dengan program pemerintah yang dilaksanakan melalui Kementerian Pertanian yaitu Program Food Estate.

Kegiatan Food Estate ini berlokasi salah satunya di Provisi Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

Kedua kabupaten tersebut merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan komoditas pertanian khususnya padi.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari 12 desa yang terdiiri dari 26 orang pengurus poktan dari 24 poktan dan 4 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Kerja BPP Kapuas Murung.

Berkaitan dengan program tersebut harus dipersiapkan petani selaku pelaksana dan sekaligus pelaku utama yang akan mengembangkan komoditas pertanian yang nantinya dikelola dalam satu korporasi.

Tentunya untuk tercapainya korporasi pertanian tidak cukup dengan kemampuan teknis dalam mengelola usaha pertaniannya akan tetapi kemampuan manajemennya.

Untuk itu kelembagaan petani harus dipersiapkan untuk menjadi korporasi pertanian.

Melalui Pelatihan ini yang diselenggarakan pada tanggal 10 hingga 12 November 2020 diharapkan kelembagaan petani yang dikenal dengan Kelompok Tani (Poktan) nantinya menjadi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Selanjutnya menjadi Gabungan Gapoktan (Gapoktan Bersatu atau Asosiasi) yang siap untuk menjadi korporasi petani dalam mengelola Food Estate.

Yusuf Rijayanto MA selaku Widyaiswara BBPP Binuang mengatakan, banyak masalah yang dihadapi oleh para petani dalam berusaha tani mulai dari persiapan.

Hingga pemasaran yang tidak dapat dipecahkan secara individu melaikan hanya dapat dipecahkan secara berkelompok.

Masalah yang banyak ditemukan misalnya dalam pengadaan sarana produksi (saprodi), pengendalian hama dan penyakit hingga pemasaran hasil.

“Apabila dilakukan secara individu permasalahan yang selalu dihadapi tidak dapat diatasi,” ungkap Yusuf.

Selama ini tidak sedikit terjadi persaingan diantara petani dalam melakukan pemasaran. Hal itu pula dikarenakan pemasaran dilakukan secara individu.

Melalui berkelompok (Poktan dan Gapoktan) diharapkan dapat meningkatkan menguatkan posisi tawar petani dipasar sehingga mampu bersaing dengan usaha besar.

Dalam penyampaian materi, Yusuf selalu menekankan pentingnya berkelompok, banyak hal yang dapat diraih melalui berkelompok.

Kekompakan, kebersamaan, dan keterbukaan dalam berkelompok harus dijaga untuk meraih cita-cita kelompok.

“Melalui berkelompok dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Selama proses pelatihan dilaksanakan dengan model pembelajaran berdasarkan pengalaman, menerapkan pendidikan orang dewasa

Selain Widyaiswara dari BBPP Binuang, pelatihan ini juga dipandu oleh Koordinator BPP Kapuas Murung dan praktisi.

Yaitu, petani terpilih yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam pengelolaan Kelompok tani.

“Serta ada pula narasumber yang berasal dari Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas,” terang Yusuf.

Melalui pelatihan diharapkan menjadikan Poktan “Kuat dan Mandiri” dan muncul Gapoktan “Mampu, Mandiri dan Berdaya saing” untuk mengelola korporasi petani dan mensukseskan program Food Estate. (yusuf/bbppbinuang/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: