oleh

Serangan OPT Di HSS Turun 17 Hektare

KANDANGAN, koranbanjar.net – Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mengalami penurunan seluas 17,11 hektare di 2019.

Realisasi tanam padi di HSS periode 2019, seluas 54.074 hektare.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian HSS Rani mengungkapkan, dari luas tanam tersebut serangan OPT hanya seluas 51,5 hektere.

“Angka serangan OPT ini mengalami penurunan, jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya,” sebut Rani, dengan menyebutkan jumlah serangan OPT musim 2018 seluas 68,61 hektere.

Dipaparkan dia, OPT yang paling banyak menyerang lahan pertanian di Kabupaten HSS, mulai dari wereng batang tikus seluas 16,34 hektare, tikus seluas 11,78 hektare, blast seluas 7,98 hektare dan walang sangit seluas 7,89 hektare.

“Daerah paling banyak terserang OPT Kecamatan  Angkinang, Sungai Raya dan Telaga Langsat,” bebernya.

Menurunnya serangan OPT di Kabupaten HSS ujar Rani, karena pencegahan terus dimaksimalkan dengan menyiapkan pestisida, serta penyuluhan pertanian pada 11 kecamatan.

“Juga pemantauan hama di lapangan. Jika ditemukan, langsung dilakukan gerakan pengendalian hama supaya tidak meluas,” tambah Kabid.

Petani diimbau memilih menanam padi bibit unggul, dibandingkan bibit lokal.

“Supaya bibit tahan terhadap serangan hama,” terangnya. (yat/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: