Selain Waspada, Lakukan Trik ini agar Selamat dari Ledakan Bom

MARABAHAN, KORANBANJAR.NET – Mengingat kondisi negara Indonesia yang sangat rawan dengan aksi teror bom bunuh diri di saat ini, maka, selain agar tetap selalu waspada baik sedang berada di luar rumah maupun di dalam gedung, kantor, mall, sekolah, rumah sakit, bahkan kantor polisi, daerah parkiran serta dimanapun, kapanpun itu, selalu perhatikan dan ingat keberadaan pintu keluar darurat yang paling dekat dengan anda.

Ini agar selau diingat agar apabila anda sedang berada dalam kondisi panik dan chaos yang diakibatkan, katakanlah telah terjadi ledakan bom di tempat anda, maka jangan sampai anda saling bertabrakan badan dengan orang lain berebut pintu keluar atau tidak bisa keluar dari tempat yang membahyakan karena tidak tahu jalan keluar.

Kemudian, apabila tiba-tiba terdengar teriakan yang boleh dikata tidak lazim didengar di tempat umum, seperti biasanya teriakan takbir, maka hanya ada dua pilihan yang harus cepat anda ambil.

Pertama, apabila terdengar jauh, katakanlah sekitar 30an meter, maka boleh anda lari secapat mungkin.

Kedua, apabila terdengar dekat atau bahkan sangat dekat dengan anda, maka anda jangan lari, tetapi segeralah merunduk atau bertiarap menempel di lantai atau di tanah serta lindungi kepala.

Dua pilihan yang harus anda ambil secepat mungkin ini bukan tanpa alasan, karena terjangan pecahan metal atau gotri yang ada di dalam bom ketika bom meledak akan menyasar dari area setinggi pinggang ke atas sesuai tinggi rompi atau ransel bom yang dikenakan oleh peladak bom.

Sangat kecil kemungkinan pecahan metal atau gotri tersebut memantul ke arah bawah.

Kedua pilihan tersebut harus anda lakukan salah satunya karena mempertimbangkan bahwa fakta dari ledakan bom diketahui:

  1. 0 sampai 50 meter adalah mematikan.
  2. 50-150 meter adalah melukai.
  3. Kecepatan pecahan ledakan dari bom terjadi begitu cepat, yakni di angka kecepatan sekitar 850 km/jam.
  4. Sudut pecahan adalah dari titik ledak mengarah ke atas membentuk sudut pecahan sekitar 90 derajat.
  5. Tekanan ledakan 90 persen mengarah ke atas dengan membentuk penyebaran sudut elevasi 90 derajat, sedangkan 10 persennya tekanan ledakan hanya mengarah ke bawah.

Jadi kesimpulannya, apabila kita mendegar suara ledakan keras, maka mustahil bagi kita menghindar dengan cara berlari walaupun berlari secepat mungkin karena kecepatan pecahan ledakan akan jauh lebih cepat dibanding kekuatan berlari kita.

Kemudian, dengan mengetahui sudut ledakan berkisar 90 derajat, maka, satu-satunya cara terbaik untuk menyelamatkan diri apabila sudah terdengar suara ledakan bom adalah dengan cara refleks segera dan secepatnya mengambil sikap tiarap. Ini adalah ilmu prosedur standard yg senantiasa diajarkan sewaktu di Pusdik dalam melaksanakan latihan.

Hanya itulah satu-satunya cara terbaik yang dapat menolong jiwa kita jika suatu ketika kita berada dekat dengan aksi teror peledakan bom.

Trik di atas disampaikan oleh salah seorang anggota polisi yang mempunyai jabatan penting di Sat Intelkam Polres Batola melalui pesan Whatsapp di dalam salah satu grup Whatsapp.

Namun ketika dikonfirmasi koranbanjar.net melalui pesan Whatsapp, walaupun anggota polisi ini mengizinkan trik tersebut di atas ditulis menjadi berita, tetapi ia tidak mau namanya ditulis.

“Boleh aja ditulis, tapi tidak usah pakai nama saya,” jawabnya. (dny)