Baznas

Sejarah Panjang Basarnas, Mulai dari Pusarnas Hingga Sekarang Menjadi Badan Nasional Percarian dan Pertolongan

  • Bagikan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Basarnas yang pada tanggal 28 Februari 2018 ini telah memasuki usia 46 tahun tentu memiliki sejarah yang cukup panjang.

Diawali pada tahun 1950 ketika pemerinta meratifikasi Konferensi Internasional Civil Aviation Organization kemudian tahun 1966 kembali meratifikasi Internastional Maritime Organization.

Pada tahun 1979 melalui keputusan Presiden nomor 74 tahun 1979, PUSARNAS dimasukan ke dalam struktur organisasi Departemen Perhubungan dan kemudian namanya diubah menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Tahun 2007 kembali dilakukan perubahan Kelembagaan dan Organisasi Badan SAR Nasional menjadi lembaga Pemerintah Non Departemen dan diatur dalam Perpres Nomor 99 Tahun 2007.

Terakhir, pada tahun 2014 ditetapkannya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, Badan SAR Nasional berubah lagi namanya menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang dituntut untuk lebih mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal dalam menyelenggarakan operasi SAR (Search and Rescue).

Dalam pelaksanaan tugasnya, Basarnas telah banyak melaksanakan upaya penyelamatan, pencarian serta pertolongan. Terhitung sebanyak 3.813 kali pada kecelakaan kapal, 109 kali pada kecelakaan pesawat, 4.734 kali penyelamatan pada kondisi membahayakan manusia serta turut membantu penyelamatan pada bencana alam sebanyak 973 kali.

Sejak awal berdiri hingga sekarang, tentunya Basarnas telah banyak melewati estafet kepemimpinan. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan saat ini dijabat oleh Marsekal Madya TNI, Muhammad Syaugi, S.Sos.

Hingga saat ini, Basarnas telah memiliki 38 Kantor Pencarian dan Pertolongan yang tersebar diseluruh Indonesia yang berlaku sebagai ujung tombak Basarnas dalam pelaksanaan operasi SAR. Basarnas juga telah meraih beberapa penghargaan baik secara Nasional maupun Internsional dalam penyelenggaaraan operasi SAR.

Seiring perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi serta pengalaman dalam penyelenggaraan operasi SAR sebelumnya, Basarnas telah berupaya dan akan terus berupaya untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan pada seluruh aspek yang ada. Mulai dari peningkatan kompetensi SDM, penyempurnaan administrasi kantor, peningkatan hubungan dan kerjasama di dalam dan di luar negeri hingga moderenisasi alat terutama sarana dan prasarana dalam meningkatkan keberhasilan operasi SAR.

Oleh karena itu, dengan dukungan dan harapan yang tinggi dari masyarakat seluruh Indonesia serta semangat tim SAR yang ada diseluruh Indonesia, diusia yang ke 46 tahun ini Basarnas akan berupaya memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, Bangsa dan Negara.

Profesional dalam bertindak, mekanisme yang terpadu serta peralatan SAR yang memadai juga kekompakan dalam pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan merupakan kewajiban bagi Basarnas.

AVIGNAM JAGAT SAMAGRAM – SEMOGA SELAMATLAH ALAM SEMESTA

(humasbasarnasbjm/ana/maf/adv)

  • Bagikan