Sampah Kelilingi Permukiman Warga Desa Rampa Kotabaru

Warga menunjukkan kondisi sampai yang mengelilingi permukiman penduduk di Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru. (foto: icah)
Warga menunjukkan kondisi sampai yang mengelilingi permukiman penduduk di Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru. (foto: icah)

Berbagai jenis sampai telah mengelilingi permukiman rumah warga Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Tak heran, warga setempat sangat mengeluhkan kondisi itu. Tumpukan sampah di atas permukaan air laut itu diperkirakan setebal lutut orang dewasa.

KOTABARU, koranbanjar.net- Sampah itu menumpuk sejak lama mengelilingi kawasan penduduk di Desa Rampa. Sebab lokasi permukiman rumah warga di Desa Rampa dominan berada di atas perairan laut.

Salah satu Warga Jalan Samudera TPI Desa Rampa, RT 17, Kabupaten Kotabaru, Ipah mengatakan, tumpukan sampah di sekitar rumahnya itu sudah dari dulu. Warga sering meminta kepada aparat desa dan pemerintah agar bisa menangani persoalan sampah yang menumpuk itu.

Sampah mengelilingi permukiman warga Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru. (foto: icah)
Sampah mengelilingi permukiman warga Desa Rampa, Kabupaten Kotabaru. (foto: icah)

“Ya paling sekali dua kali mereka tangani setelah itu sudah tidak ada lagi,” kata dia, Senin (7/6/2021)

Ipah menambahkan, tumpukan sampah di sekitar rumahnya membuat warga di RT 17 terpaksa harus mengangkat sampah sendiri dengan cara membuat alat pengangkut sampah. Sebab sambung dia, jika hanya menunggu pihak terkait, tidak tahu kapan ditangani.

“Jika menunggu saja tidak ditangani kapan berkurangnya? Terkadang ada petugas memfoto-foto di lokasi tumpukan sampah ini. Tetapi kami tidak perlu di foto-foto lagi. Kami cuma perlu sampah itu dikeruk, bukan difoto,” tegas Ipah.

Ipah juga menyampaikan, warga Desa Rampa, khususnya di RT 17 meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru agar dapat memberikan solusi yang terbaik untuk persoalan tumpukan sampah di Desa Rampa ini.

Sampah telah mencemari air laut di Kotabaru. (foto: icah)
Sampah telah mencemari air laut di Kotabaru. (foto: icah)

“Intinya kami warga desa sini meminta solusi terbaiklah kepada Pemerintah, agar cepat ditangani, supaya sampah-sampah ini tidak bertambah menumpuk. Ya setidaknya dapat mengurangi tumpukan,” pungkasnya.(cah/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *