Saat Minim Peralatan Dan Air, Ranting Pun Jadi Untuk Pemadaman Api

oleh -224 views
Saat Minim Peralatan Dan Air, Ranting Pun Jadi Untuk Pemadaman Api
TNI dan gabungan berjebaku memadamkan api, di antara mereka ada yang menggunakan ranting pohon untuk memadamkan api, Minggu (8/9/2019) (foto: istimewa)

MARTAPURA, koranbanjar.net – Banyaknya titik api (hotspot) membuat personil TNI dan gabungan kualahan memadamkan Karhutla, bahkan usaha pemadaman hingga malam hari. Minimnya peralatan dan sumber air, memaksa mereka menggunakan ranting pohon untuk pemadaman.

“Di tengah panas api, semua petugas terus bergotong royong agar titik api segera padam. Saat selang dipakai rekan, petugas lain tak diam, mereka mencoba menjinakkan api memakai ranting pohon,” kata Dandim 1006/ Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto didampingi Pjs Pasi Ops Kapten Inf Mujiono, saat turun langsung ke lokasi kebakaran lahan di Desa Sungai Tiung, Cempaka, Banjarbaru, Minggu (8/9/2019).

Saat Minim Peralatan Dan Air, Ranting Pun Jadi Untuk Pemadaman Api
TNI dan gabungan berupaya memadamkan api hingga malam hari.

Di lokasi kebakaran, tampak prajurit TNI gabungan Sub Satgas Kodim Martapura beserta relawan lainnya berjibaku melakukan pemadaman sejak pagi.

“Di lokasi sungai tiung ini personil melakukan pemadaman, kita bukan lagi pencegahan tapi berubah menjadi penindakan,” ujar Dandim Martapura.

Diakuinya, keterbatasan alat pemadaman dan sumber air yang jauh menjadi kendala utama saat proses pemadaman. Meskipun, ungkapnya, pihaknya juga dibantu masyarakat setempat.

Karena sudah malam hari, menurutnya, jika meminta bantuan Kepada BPBD atau BNPB untuk meminta dikerahkan helikopter Bombing, tidak mungkin. Syukurnya api dapat dipadamkan pukul 20.50 wita.

Pada Minggu, (8/9/2019) itu saja, sesuai data yang diterima koranbanjar.net dari Kodim 1006/Martapura, sedikitnya ada 5 api yang didapamkan, di wilayah Kodim Martapura,

Di antaranya di Desa Tambak Padi perbatasan Tanah laut, lahan terbakar dan pulau galam 10 hektare akibat bara api membakar semak belukar. Ini diketahui saat patrol Tim-7 Sub Satgas Karhutla.

Patrol kembali dilakukan mencari sumber api di sektor karhutla Koramil 10/KH wilayah Desa Sungai Lakum Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, ditemukan hotspot di Km 10,7. Lahan terbakar 2000 meter/persegi. Api dapat dipadamkan pukul 16.15 Wita.

Hal serupa terjadi di Kelurahan Sungai ulin RT 19 RW 4 tanah milik TNI- AD, di Kecamatan Banjarbaru Utara dan Cempaka, Banjarbaru, Tim 5 Sub Satgas Kodim Martapura juga menemukan titik hotspot pukul 10.40 Wita. Luas lahan terbakar sekitar 1.5 hektare. Penyebab kebakaran tidak diketahui.

Pukul 13.00 juga diterima laporan kebakaran lahan di Jalan SMPN 3 Indrasari, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar. Berkat kesigapan semua aparat, baik dari TNI, BPBD serta relawan dari barisan pemadam kebakaran (BPK), api berhasil dikusai.

Pukul 17.10 wita Satgas gabungan Tim 5 Kodim Martapura – Banjarbaru menerima laporan dari warga Kelurahan Sungai Tiung Rt 34, Rw 011 Munggu Alung, Kecamatan Cempaka, api membakar lahan 11 hektare.

Dantim- 5 Subsatgas-6 Kodim Martapura Banjarbaru Pelda Ahkmad Rifai menuturkan, upaya pemadaman akan terus dilakukan sampai api dipastikan padam total, kemudian dilakukan pendinginan dan dijaga personel agar tidak menjalar ke lokasi lain.

“Dari masyarakat dan Babinsa juga ikut membantu melakukan pemadaman. Mudah-mudahan segera padam, kita terus berusaha dan berdoa, biar kami bisa segera istirahat,” ucapnya sesekali mengusap keringat. (dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan