Baznas

RPH Temukan Hasil Hutan Bukan Kayu di Halong, Hasilnya Mengejutkan ..  

  • Bagikan

BALANGAN, koranbanjar.net – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tim RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Halong pada KPH Balangan, Kalimantan Selatan melaksanakan identifikasi HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu), Minggu (11/3) di Desa Liyu Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.

Tim RPH menemukan potensi HHBK berupa Tanaman Kemiri yang dikelola petani dengan luas ±1 Ha dengan jumlah pohon lebih dari 50 batang, berdiameter antara 30 – 50 cm.

Dalam hal ini, tanaman tersebut dapat dijadikan sebagai sumber benih yang besertifikat yang nantinya diusulkan kepada BPTH Provinsi Kalsel melalui KPH Balangan. Lokasi tanaman kemiri berada pada blok inti kordinat inti X : 351025,1 Y : 9762996,3.

Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Dr. Rahmaddin kepada koranbanjar.net.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, KPH Pulau Laut Sebuku, Jum’at (16/3), kembali melanjutkan kegiatan penanaman untuk penghijauan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap harinya di hari kerja oleh personil KPH Pulau Laut Sebuku dalam rangka mendukung dan menyukseskan Gerakan Revolusi Hijau yg dicanangkan Gubernur, Bapak H. Sahbirin Noor atau biasa disebut Paman Birin.

Kegiatan kali ini dilaksanakan berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang berupa kegiatan penanaman serta pemeliharaan untuk penghijauan, namun kali ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti Rimbawan pada 16 Maret 2018, maka seluruh karyawan/i KPH PLS, Personil RPH lingkup KPH PLS, Brigdalkarhut KPH PLS dan Mahasiswa Magang Universitas Lambung Mangkurat beserta Personil UPT pengelola di Pantai Wisata Gedambaan secara bersama melakukan pembersihan sampah-sampah plastik yg bertebaran di sekitar pesisir pantai.

Sehingga diharapkan, dengan membersihkan sampah plastik di sekitar pantai tersebut dapat menjadikan lingkungan di sekitar pantai dapat terjaga keasriannya.

Bibit yang ditanam sebanyak 115 batang, dengan rincian jenis Nyamplung (Besar) sebanyak 20 batang, jenis Nyamplung (Kecil) sebanyak 80 batang, jenis Glodokan sebanyak 15 batang. Sementara itu, koordinat lokasi kegiatan revolusi hijau berlangsung di koordinat
S 03° 17′ 16,8″, E 116° 16′ 03,7″.

“Semoga kegiatan revolusi hijau yang hingga kini tetap kita laksanakan dapat menjadikan berkah untuk Bumi Lambung Mangkurat pada umumnya dan Bumi Saijaan pada khususnya, terutama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan asri dengan disupport asupan oksigen dari tanaman yang telah kita tanam,” ungkap Rahmaddin.(humas dishut kalsel/sir/kie)

  • Bagikan