Rp 5.68 Miliar Uang Rakyat “Tak Berguna”, Apakah Kejari Tutup Mata?

oleh -903 views

CEMPAKA, KORANBANJAR. NET – Masih ingat dengan proyek pembangunan Pasar Rakyat Galu Cempaka yang telah menelan anggaran pemerintah sebesar Rp 5.680.000.000 miliar?

Proyek pembangunan toko dan kios di wilayah Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru tersebut dilakukan sejak tahun 2017. Itu artinya sudah setahun ini pasar itu tak kunjung berfungsi maksimal. Hal itu mengundang tanda tanya dari sebagian pedagang setempat.

Berdasarkan hasil penulusuran wartawan koranbanjar.net, Pasar Rakyat Galuh Cempaka ini dibangun sejak tahun 2017 lalu. Pantauan di lapangan, kondisi dari bangunan tersebut sudah selesai, namun tak kunjung digunakan secara maksimal.

“Soal bangunan ini tidak tahu, pastinya kapan akan digunakan? Peresmiannya saja belum,” ucap Solehah, pedagang yang sudah lama berjualan di sana saat ditemui koranbanjar.net, beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia menambahkan, kios di lokasi pasar itu disewakan dengan harga Rp1 juta per bulan. “Dari selebaran yang kami dapat, harga sewanya Rp1 jutaan. Kalau lapak yang sekarang saya tempati ini hanya membayar Rp2.000 setiap jualan saja,” ungkapnya.

RAB Pasar Galuh Cempaka
Papan informasi/RAB proyek pembangunan Pasar Rakyat Cempaka, yang diambil pada 29 November 2017. (foto: hendra/koranbanjar.net )

Kondisi bangunan itu juga dirasa para pedagang sangatlah sempit. Keadaan itu yang menjadi salah satu alasan pedagang untuk tidak berjualan di sana.

Terkait dengan hal itu, Lurah Cempaka Hendrawan saat ditemui kala itu mengatakan, bahwa pasar tersebut masih dalam tahap penyelesaian. “Dalam tahap penyelesaian. Untuk yang lebih tahu teknisnya, Dinas Perdagangan yang berhak menjelaskan,” ujarnya.

Sebagai Lurah Cempaka, Hendrawan juga berharap pasar tersebut cepat berfungsi. Karena, dengan selesainya pasar tersebut dapat memajukan perekonomian warga setempat.

“Bersabar mudahan pasar rapi dan bangunan yang rapi. Ini untuk masyarakat juga. Harapan nantinya, pasar itu bisa beroperasi setiap hari,” katanya.

Semantara itu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, menjawab soal belum difungsikannya Pasar Cempaka itu lantaran adanya proses administrasi yang belum selesai.

“Pasar Cempaka 2019 selesai, tinggal penyelesaian administrasi lagi. Ada beberapa persen lagi yang dituntaskan di 2019,” katanya.

Penyelesaian administrasi yang akan dilakukan, lanjutnya, akan menggunakan anggaran tambahan lagi pada tahun 2019 nanti.

“Anggarannya sudah tersedia. Tadinya rencana digunakan di anggaran perubahan, namun saat pembahasan alot, maka dipastikan di 2019 diselesaikan dengan anggaran murni,” ucap Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani.

Dia memastikan 2019 nanti bangunan Pasar Cempaka dioperasionalkan pada Januari 2019 mendatang.

“Tinggal menunggu waktu. Operasional di Januari. Ketuk palu sudah, tinggal nunggu APBD 2019 dan waktu maka secepatnya tayang,” katanya. (maf/sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan