Ribuan Santri Banjiri Haul Ayah Syukur ke-12

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Ribuan santri dan masyarakat Kabupaten Banjar maupun luar daerah padati Haul KH Abdussyukur ke-12, di Komplek Darussalam Jalan Perwira Tanjung Rema, Martapura, Kabupaten Banjar Rabu (14/11) kemarin.

Dalam haul tersebut turut hadir Bupati Banjar KH Khalillurahman, Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, beserta perwakilan Forkopimda Kabupaten Banjar dan para ulama beserta habaib.

Peringatan haul KH Abdussyukur ke-12 dimulai dengan membacakan ayat suci Al-Quran serta pembacaan maulid Simtudduror dan ceramah yang diisi oleh KH Qoimuddin dari Bangil, Jawa Timur. Adapun guru Khalil sapaan akrab Bupati Banjar H. Khalillurahman turut memimpin doa dan tahlil pada rangkaian acara haul KH Abdussyukur ke-12.

Haul KH Abdussyukur ke-12

Pada ceramah KH Qoimuddin mengimbau agar cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW, dan memperbanyak salawat kepada Nabi. “Barang siapa bersalawat kepada ku satu kali maka Allah akan bersalawat kepadanya 10 kali,” ujar beliau membacakan hadist.

Selain itu KH Qoimuddin membacakan sedikit biografi KH Andussyukur. Ayah Syukur -yanh akrab dipanggil kala itu- merupakan salah satu pimpinan pondok pesantren tertua yang ada di Kabupaten Banjar yaitu Darussalam yang ke-VIII (delapan).

Dimakamkan bersampingan guru beliau KH Sya’rani Arif di kubah Kampung Melayu Tengah Martapura, Ayah Syukur dilahirkan pada malam Jumat tanggal 11 Sya’ban 1346 H bertepatan dengan 8 Agustus 1928 M, di Desa Melayu Tengah, Martapura, dan wafat hari Sabtu tanggal 5 Rabiul Awwal 1428 H bertepatan pada tanggal 24 Maret 2007 M jam 12.20 Wita.

Semasa hidup, KH Abdussyukur dikenal dengan kealiman dan ilmu Hadits yang dikuasai beliau. Sifat zuhud beliau biasa dipanggil “Ayah” oleh santri dan masyarakat pada umumnya. Beliau hidupnya sangat sederhana khususnya dalam berpenampilan.

Mengajar sejak tahun 1950 di Pondok Pesantren Darussalam, dan ditunjuk oleh KH Salim Ma’ruf sewaktu sakit untuk menjabat pimpinan Ponpes Darusslam bersama KH Muhdar sebagai Wakil. 79 tahun hidup selama 57 tahun beliau menghabiskan umur untuk mengajar di Ponpes Darussalam.

KH Abdussyukur belajar menimba ilmu dari para alim ulama, diantaranya KH Sya’rani Arif , KH Salim Ma’ruf, KH Husin Qodri, KH Semman Mulia, KH Salman Jalil, KH Arfan (Dalam Pagar), K Anang Jurzani, KH M Ramli Ahmad, KH Marzuki, Syech Yasin Al Fadany, Syech Ismail Al-Yamani, dan lain-lain. (dra)