BNN

Regenerasi Petani Digenjot, Masa Depan Pertanian Cerah

  • Bagikan

SMK-PP Negeri Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Muda dalam Program YESS di salah satu kabupaten penerima manfaat yaitu di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (14/9/2021).

TANAHLAUT,koranbanjar.net – Pelaksanaan pelatihan ini sejalan dengan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agriculture Development (IFAD), yang mendorong lahirnya generasi pertanian tangguh melalui program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS).

Langkah yang dilakukan, salah satunya dengan menguatkan kapasitas unsur yang terlibat dalam Program YESS, yakni fasilitator muda.

Pelatihan yang digelar di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Tanah Laut, diikuti 20 peserta yang merupakan fasilitator dari 11 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) lingkup Kabupaten Tanah Laut.

Dijelaskan Monev PPIU Kalsel, Buyung Al Amin, selama 2 hari peserta pelatihan ini diberikan pelatihan terkait dalam literasi keuangan.

Sehingga diharapkan mereka semakin meningkatkan kapasitas sebagai fasilitator Program Yess di Tanah Laut.

Diterangkan oleh Project Manager (PM) PPIU Kalsel, Angga Tri Aditia Permana, peran fasilitator di daerah ini sangat penting, karena fasilitator dan mobilizers adalah ujung tombak dari program YESS ini.

“Karenanya mereka harus dilatih agar mempunya tanggungjawab dan rasa memiliki dalam program ini, sehingga YESS bisa memberikan dampak di kalangan pemuda pedesaan,” ujarnya.

Sebab, para fasilitator muda ini memerlukan arahan, pembinaan, dan pembekalan ketika diterjunkan di lapangan untuk menyukseskan Program YESS. Untuk itu mereka dibekali dengan pelatihan penguatan kapasitas.

Upaya mendorong lahirnya generasi pertanian ini memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ia sangat menaruh harapan pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian.

Menurutnya milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan starup pertanian.

“Usaha pertanian itu paling pasti untuk dilakukan. Selain untuk ekonomi, bisa juga membuka lapangan kerja. Coba bandingkan dengan usaha tambang yang membutuhkan waktu 10 tahun – 20 tahun baru bisa mendatangkan hasil,” ujar Mentan SYL.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencapai target tersebut. Salah satunya adalah Program YESS yang merupakan kerjasama Kementan dengan IFAD.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi mengatakan, hadirnya Program YESS membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi khususnya di wilayah perdesaan untuk mengembangkan ekonomi mereka.

Melalui kewirausahaan/pengembangan usaha atau dengan menambah lebih banyak lagi peluang kerja bagi mereka sehingga dapat meningkatkan kontribusi mereka untuk mentransformasi wilayah perdesaan secara berkelanjutan dan menyeluruh.

Dedi menambahkan, untuk mengubah pola pikir tak semudah membalikkan telapak tangan.

“Perlu ada figur-figur yang dapat menjadi contoh sekaligus agen perubahan bagi pemuda pemudi di perdesaan agar mau dan tertarik untuk berusaha di sektor pertanian,” katanya. (Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three − three =