oleh

Ratusan Warga Saksikan Dari Dekat Super Tucano dan Super Puma

BALIKPAPAN,KORANBANJAR.NET – Ratusan warga dari seluruh penjuru Kota Balikpapan menyaksikan langsung 5 Pesawat Tempur Super Tucano yang datang langsung dari Skuadron 21 Lanud Abadul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur dan 1 Pesawat Helikopter Super Puma dari Skudaron 6 Lanud Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat.

Kedatatangan pesawat tempur dan angkut ini dalam rangka memeriahkan Bulan Digantara Ke 73 dalam gelaran Dhomber Aero Fest 2019 di Baseops Lanud Dhomber Balikpapan. Minggu (24/3/2019).

Warga yang datang tidak hanya bisa menyaksikan dari dekat alutsita milik TNI AU ini, tapi juga dihibur dengan penampilan band TNI AU, tapi juga dapat menikmati makanan dan jajanan di sejumlah stand kuliner yang ada di lokasi acara. Selain itu juga digelar lomba fotografi dan lomba mewarnai bagi anak-anak.

Sementara itu, 3 dari 5 pesawar tempur Super Tucano yang mengudara selama 2,5 jam usai melakukan patroli perbatasan di laut Ambalat dan wilayah ALKI 2, juga melakukan aksi dinamic show dengan melakukan terbang formasi dan simulasi penyergapan pesawat musuh.

Danlanud Balikpapan, Kolonel Pnb Irwan Pramuda mengatakan, kegiatan Dhomber Aero Fest 2019 ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan TNI AU sekaligus dalam rangka menyambut HUT TNI AU yang ke-73 tahun pada 9 April 2019 mendatang.

“3 pesawat yang melakukan dinamic show tersebut adalah pesawat EMD/314 super tucano yang bertugas untuk patroli menjaga pertahanan udara perkasa di wilayah Kaltim, khususnya diwilayah perairan Ambalat, “ ujarnya.

Selain dinamic, 2 pesawat super tucano ini juga melakukan aksi static show menampikan pesawat dan perlengkapan persenjataannya.

Perbedaan Aero Dhomber Fest tahun 2019 ini dibanding tahun lalu adalah pada tahun lalu dalam kegiatan tersebut ditampilkan pesawat sukhoi, sedangkan tahun 2019 yang ditampilkan adalah pesawat super tucano.

Diakuinya, perbedaan Aero Fest tahun 2019 ini dibanding tahun lalu adalah pada tahun lalu dalam kegiatan tersebut ditampilkan pesawat sukhoi, sedangkan tahun 2019 yang ditampilkan adalah pesawat super tucano.

Sementara itu Komandan Skadron Udara 21, Letkol Penerbang Hery Setiawan mengungkapkan, dalam atraksi tersebut dirinya menurunkan sebanyak tiga unit pesawat EMD/314 Super Tucano dengan enam penerbang. “Penerbangan dilakukan selama 2,5 jam,” ungkapnya.

untuk menguasai kemampuan dalam mengoperasikan pesawat tersebut, terang Hery membutuhkan waktu yang cukup lama dan bertahap, untuk menguasai dasar pengoperasian saja diperlukan waktu belajar sekitar satu tahun.”Itu hanya untuk dasarnya saja. Belum lagi untuk pengalaman selanjutnya,” paparnya

pesawat super tunaco tersebut berasal dari negara Brazil dan saat ini TNI AU telah memiliki sebanyak 16 unit pesawat jenis supar tucano tersebut.(sya/sir)

Komentar

Jangan Lewatkan