oleh

Program Unggulan Nasional KSP, Pesanten Al Falah Menjadi Pesantren Ramah Anak

BANJARBARU, koranbanjar.net – Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kemasyarakatan Mahrina Noor, didampingi Kepala Dinas Dalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru Puspa Kencana, saat menghadiri sekaligus membuka Kegiatan Koordinasi Stakeholder dan Penguatan Pesantren Ramah Anak, Rabu (13/11/2019).

Nampak hadir, Kepala Bidang Fasilitas Partisipasi Organisasi Keagamaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Dody Muhammad hidayat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan Husnul Khatimah, serta undangan lainnya.

Dody menyampaikan, kegiatan pada itu merupakan kegiatan lanjutan dari beberapa kali kegiatan sebelumnya yang telah di laksanakan di Banjarmasin. Kegiatan program pesantren ramah anak merupakan program unggulan  nasional yang selalu di pantau Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

“Pesantren ramah anak di Kalimantan Selatan adalah Pesantren Al Falah di Kota Banjarbaru,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan, Pesantren ramah anak, dimana santrinya suka dan merasa nyaman ketika berada di pesantren tersebut. Kerena suasana pesantren yang bersih, hijau, aman dan tidak membedakan antara satu dengan yang lainnya.

“Semoga kedepannya, Pesantren Al Falah di Kota Banjarbaru ini bisa menjadi contoh sebagai salah satu pesantren yang ramah anak,” harapnya.

Adapun Mahrina dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang banyak diminati di samping sekolah. Peran pesantren semakin menguat dengan adanya UU No 20, Tahun 2003, tentang pendidikan nasional yang kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor  55, tahun 2007, tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.

“Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007 tersebut mengukuhkan pesantren sebagai lembaga penyelenggara pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Diketahui, Ada 4 tujuan utama yang ingin dicapai dari penguatan pesantren ramah anak di daerah Banjarbaru. Salah satunya, ingin memberikan sumbangsih nyata dalam proses penerapan nilai-nilai islam dengan lebih nyata dalam suatu sistem penyelenggaraan pendidikan di pesantren. (mj-27/maf)

Komentar

Jangan Lewatkan