MTQ Nasional Kalsel

PLN Fokus Pembangunan SUTT 150 kV Selaru Sebuku, Enam Pondasi Tower Dibangun di Selat Sebuku

General Manager PT PLN UIP KLT, Josua Simanungkalit melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan, Kamis (22/7/2022). (Sumber Foto: PT PLN UIP KLT/koranbanjar.net)

Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kiloVolt (SUTT 150 kV) Selaru – Sebuku yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus difokuskan.

KOTABARU, koranbanjar.net – Apalagi, pembangunan SUTT 150 kV Selaru – Sebuku mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat di Kotabaru dan Pulau Sebuku. Hal ini semakin memotivasi UIP KLT untuk segera menyelesaikan pembangunan SUTT.

Seperti Kamis (22/07/2022) lalu, General Manager PT PLN UIP KLT, Josua Simanungkalit melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan.

Kali ini pada perairan Selat Sebuku, UIP KLT sedang melakukan pembangunan 6 pondasi tower, 3 tower di antaranya merupakan tower spesial yang memiliki ketinggian di atas tower standar guna mengakomodir lalu lintas kapal yang berada di perairan Selat Sebuku

Sehingga aktivitas di perairan selat tidak terganggu dengan adanya SUTT tersebut.

Pembangunan konstruksi tower di perairan selat ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Pulau Kalimantan.

“Dalam kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa kontraktor melakukan pekerjaannya dengan benar agar kualitas pembangunan mulai dari pondasi hingga konstruksi tower sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan,” ujar Josua.

Diakuinya, pembangunan pondasi 6 tower (T.82 – T.87) ini penuh dengan tantangan. Pasang surut air laut dan juga cuaca tidak menentu, tentunya menjadi perhatian serius dalam pembangunan tersebut, terlebih pada saat pekerjaan konstruksi pondasi.

“Dengan hambatan tersebut, kami berpesan kepada pelaksana pekerjaan untuk mengedepankan aspek K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan aspek K2 atau Keselamatan Ketenagalistrikan,” ujarnya.

Secara keseluruhan progres pembangunan SUTT 150kV yang membentang sepanjang 74,92 kilometer sirkit (kms) ini telah mencapai 67,45 persen jelang akhir Juli 2022 ini.

Dengan koordinasi dan pengawasan yang ketat kepada kontraktor pembangunan dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder yang terlibat, UIP KLT yakin dapat melalui seluruh hambatan dalam pembangunan.

UIP KLT pun mengapresiasi peranan semua pihak khususnya masyarakat dan perusahaan yang terlintasi jalur transmisi. (dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.