BNN

Pimpinan DPRD Banjar Pakai Kaos ‘KOALISI DUNGU’, Saidan Fahmi; Semoga Tidak Menjadi Do’a

  • Bagikan
Terdapat pimpinan DPRD Banjar berfoto dengan foto Koalisi Dungu. (foto: istimewa)
Terdapat pimpinan DPRD Banjar berfoto dengan foto Koalisi Dungu. (foto: istimewa)

Situasi politik di gedung DPRD Kabupaten Banjar sepertinya mulai memanas. Menyusul adanya beberapa persoalan yang mengemuka beberapa bulan terakhir. Salah satunya seperti pengusiran anggota DPRD Banjar dari Politisi Golkar, Gusti Abdurrachman dari ruang rapat paripurna pada pembahasan raperda PDAM Intan Banjar. Terkini, muncul kelompok yang mengatasnamakan ‘KOALISI DUNGU’ di gedung wakil rakyat tersebut. Lalu, apa sebenarnya KOALISI DUNGU ini?

BANJAR, koranbanjar.net – Pembentukan ‘KOALISI DUNGU’ ini tidak tanggung-tanggung telah beranggotakan beberapa pimpinan DPRD Banjar. Hal itu dibuktikan dengan beredarnya foto anggota kelompok yang mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan ‘KOALISI DUNGU’. Dalam posisi berfoto, para anggotanya masing-masing menunjukkan dengan jempol yang mengarah ke diri mereka masing-masing, seperti isyarat bahwa mereka adalah ‘KOALISI DUNGU’.

Di antaranya yang mengenakan kaos tersebut adalah Ketua DPRD Banjar, H Rofiqi dari Politisi Partai Gerindra, Wakil Ketua DPRD Banjar,  Ahmad Zaky Hafizie dari PPP.

Di antara barisan anggota ‘KOALISI DUNGU’ juga terdapat Ketua Fraksi Golkar, Kamaruzzaman dan anggota DPRD Banjar, Gusti Abdurrachman atau Antung Aman.

Terkait dengan ‘deklarasi’ KOALISI DUNGU tersebut, Anggota DPRD Banjar, Gusti Abdurrachman saat dikonfirmasi koranbanjar.net, Rabu, (22/9/2021) mengatakan, aksi tersebut hanya sebuah spontanitas dari anggota koalisi.

“Kata dungu itu asal mulanya muncul saat di forum rapat paripurna dewan, ini hanya sebuah aksi spontanitas. Intinya, anggota koalisi menginginkan agar pembangunan di Kabupaten Banjar berjalan dengan baik, yang baik kita lanjutkan, yang belum baik kita perbaiki,” ucap Antung Aman.

Anggota DPRD Banjar mengenakan kaos Koalisi Dungi. (foto: istimewa)
Anggota DPRD Banjar mengenakan kaos Koalisi Dungi. (foto: istimewa)

Apakah tidak khawatir bahwa sebutan ‘KOALISI DUNGU’ justru akan menjadi sebutan berkonotasi miring terhadap anggotanya? “Kalimat dungu (bodoh) belum tentu dungu, bisa saja yang disebut dungu malah lebih pintar he..he..he,” sahut Antung Aman singkat.

Disinggung kemungkinan pembentukan ‘KOALISI DUNGU’ bagian dari langkah oposisi terhadap partai politik pendukung pemerintah, Antung Amang tidak menjawab secara gamblang. Namun dia hanya memberi isyarat.

“Ya..kalau ikam (kamu) lihat di foto itu kan, ada Ketua Partai Gerindra, ada dari PAN, ada Ketua Fraksi Golkar, kemudian ada juga Ketua PPP,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Banjar dari Partai Demokrat yang pertama kali memunculkan kata dungu tersebut, Saidan Fahmi saat dimintai tanggapannya menjelaskan, meski frasa kedunguan dimunculkan pertama kali oleh dirinya, namun konteks-nya adalah agar keputusan institusi DPRD jangan menampilkan kedunguan di ruang publik (saat pembahasan raperda PDAM Intan Banjar).

“Jika kemudian kawan-kawan di DPRD mengambil frasa tersebut untuk mentasmiyahi koalisi mereka, saya hanya bisa mendoakan agar nama tersebut tidak menjadi do’a bagi para anggotanya,” kata Saidan Fahmi singkat.(denny setiawan)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − four =