Penyalahgunaan Medsos Sering Terjadi Konflik Sosial

  • Bagikan
Diskusi kelompok terpumpun resolusi konflik kebahasaan, di Operation Room Setda Kotabaru, Selasa (9/3/2021). (Sumber foto Diskominfo Kotabaru)

Penyelahgunaan media sosial (medsos) sering kali terjadi hingga menimbulkan konflik sosial.

KOTABARU, koranbanjar.net – Guna mencegah, maka dilaksanakan diskusi kelompok Terpumpun Resolusi Konflik Kebahasaan, di Operation Room Setda Kotabaru, Selasa (9/3/2021).

Plh Bupati Kotabaru, Said Akhmad mengatakan, persoalan bahasa merupakan salah satu dampak buruk yang bisa menimbulkan konflik sosial.

Bahkan, munculnya persoalan kebahasaan tidak terjadi dengan sendirinya. “Tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak faktor penyebab munculnya konflik kebahasaan, salah satunya kehadiran jejaring sosial,” lanjutnya.

Disatu sisi, sambung Said, medsos menjadi tempat berinteraksi, bersilaturahmi dan berkomunikasi bagi masyarakat di dunia maya.

“Namun, tak jarang disalah gunakan sebagai tempat untuk menyebar berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, pencemaran nama baik dan lain-lain yang dapat menimbulkan perpecahan,” ucapnya.

Ia berharap, diskusi ini dapat menangkal atau mananggulangi konflik kebahasaan yang terjadi di masyarakat. Khususnya, yang berasal dari medsos.

“Medsos bukan untuk dihindari. Tetapi, harus dikelola dengan baik. Karena bagaimanapun, medsos dapat berperan sebagai alat komunikasi yang baik,” paparnya.

Sementara itu, Plh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel, Mangara Siagian mengucapkan, terima kasih atas sambutan kedatangannya.

“Diadakannya diskusi ini bertujuan, agar dapat menumbuhkan kesadaraan bagi masyarakat, dalam penggunaan bahasa di medsos. Sehingga, tidak terjadi konflik di masyarakat,” pungkasnya. (cah/ykw)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *