Banjar  

Penutupan Training Center LPTQ Kabupaten Banjar di Banjarbaru

Penutupan Training Center Kafilah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Banjar dilaksanakan Senin (11/3/2024) pagi di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru. (Sumber Foto: Kominfo Kabupaten Banjar/koranbanjar.net)

Penutupan Training Center Kafilah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Banjar dilaksanakan Senin (11/3/2024) pagi di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru. 

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kegiatan Training Center LPTQ Kabupaten Banjar ditutup oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur.

“Kegiatan yang telah dilaksanakan ini sangat bermanfaat bagi kafilah,” kata Bupati Banjar.

Yakni, mempersiapkan dan mengasah kemampuan sehingga dapat meningkatkan prestasinya dalam persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan tahun ini di Kabupaten Tapin.

Saidi Mansyur mengucapkan pula terima kasih kepada para pengurus LPTQ Kabupaten Banjar, dewan guru dan pelatih yang telah melakukan pembinaan dan bimbingan kepada para kafilah.

“Kegiatan ini bukanlah berakhirnya untuk latihan tetapi tetap terus dikembangkan secara mandiri sehingga semakin menambah dan meningkatkan kemampuan masing-masing,” katanya.

Serta, pengurus LPTQ Kabupaten Banjar dapat mendampingi para kafilah sehingga prestasi Kabupaten Banjar dapat dipertahankan pada MTQ tingkat provinsi yang akan datang.

Ketua Umum LPTQ Kabupaten Banjar H Masruri menjelaskan training center bagi kafilah ini adalah kombinasi pembinaan intensif dan simulasi pra MTQ tingkat provinsi yang telah dilaksanakan pada tanggal 9-11 Maret 2024.

“Kita membina secara intensif dan maksimal sekaligus juga membuat peserta training center seakan-akan merasakan suasana pelaksanaan MTQ di tingkat provinsi yang diikuti sebanyak 56 peserta putra dan putri,” katanya.

Masruri membeberkan secara garis besar ada sepuluh cabang lomba yang dilaksanakan pada training ini dengan 25 nomor cabang lomba yang diikuti putra dan putri.

“Training yang telah dilaksanakan ini untuk persiapan lomba tilawah, qiraat, syarhil quran, fahmil quran,” ucapnya.

Kemudian, penulisan makalah quran, tafsir 3 bahasa quran (bahasa Indonesia, Arab dan Inggris), khatil quran atau kaligrafi.

“Kaligrafi dengan 4 bagian kategori yaitu naskah, dekorasi, hiasan mushaf dan kontemporer serta lomba hapalan hadits,” tutup Masruri. (dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *